Malanginspirasi.com – Chelsea menyegel juara Liga Konferensi Eropa 2024/2025 setelah melibas wakil Spanyol, Real Betis, di final. Sempat tertinggal 0-1 di babak pertama, The Blues bangkit dan menggelontorkan empat gol di babak kedua dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Wrocław, Polandia, Kamis (29/5/2025) dini hari WIB.
EUROPEAN WINNERS!!! 🏆 pic.twitter.com/sCm3slcbJv
— Chelsea FC (@ChelseaFC) May 28, 2025
Real Betis sebenarnya memulai pertandingan dengan sangat baik. Pada menit ke-9, Isco memberikan umpan terobosan kepada Ez Abde, yang dengan tenang menaklukkan penjaga gawang Chelsea, Filip Jorgensen, dan membawa Betis unggul 1-0.
Gol cepat ini memberikan konfidensi tinggi bagi tim asuhan Manuel Pellegrini.
Setelah gol tersebut, Betis memiliki beberapa peluang untuk memperlebar keunggulan.
Marc Bartra memaksa Jorgensen melakukan penyelamatan gemilang, sementara Johnny Cardoso gagal memanfaatkan peluang emas yang diciptakan oleh Abde.
Keunggulan Real Betis bertahan hingga babak pertama usai.
Bangkit
Di paruh kedua, Chelsea meningkatkan intensitas serangan mereka. Pada menit ke-65, Cole Palmer melepaskan umpan silang akurat yang disambut dengan sundulan Enzo Fernandez, mengubah skor menjadi imbang 1-1.
Hanya berselang lima menit, Chelsea berbalik unggul.
Palmer kembali menjadi otak serangan dengan mengecoh Romaine Perraud sebelum mengirimkan umpan silang kepada Nicolas Jackson, yang tanpa kesulitan menceploskan bola ke gawang Betis yang dijaga Adrián Castillo.
Real Betis mulai tertekan dan melakukan kesalahan fatal melalui pemainnya, Youssef Sabaly. Ia membuka peluang bagi Jadon Sancho mencetak gol ketiga Chelsea pada menit ke-83 lewat tendangan melengkung yang indah.

Chelsea menambah penderitaan Betis di masa injury time. Tendangan Moises Caicedo membentur pemain belakang Betis dan berbelok arah masuk ke gawang. Menutup pertandingan dengan skor 4-1 untuk kemenangan Chelsea.
Kemenangan ini menjadi angin segar bagi tim besutan Enzo Maresca yang tampil tidak konsisten musim ini dan hanya menempati peringkat 4 Liga Inggris.
Sebaliknya, kekalahan dengan selisih tiga gol di partai puncak ini terasa menyesakkan bagi Betis, yang tampil impresif sepanjang Liga Konferensi Eropa.







