Malanginspirasi.com – Debut Carlo Ancelotti menangani Timnas Brasil berakhir kurang memuaskan. Tim Samba ditahan Ekuador, dengan skor kacamata, 0-0, di babak Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Amerika Selatan (CONMEBOL), Sabtu (6/6/2025) WIB.
Tak banyak peluang tercipta di pertandingan yang berlangsung ketat di Estadio Monumental, Guayaquil, Ekuador, ini.
Ancelotti membuat banyak perubahan susunan pemain dibandingkan dengan pendahulunya, Dorival Júnior, yang dipecat setelah tim kalah 4-0 dari Argentina. Hasilnya adalah pertahanan ketat yang menyulitkan Ekuador.
Namun sebaliknya, lini depan Brasil kurang kreasi dalam membangun serangan. Kelemahan ini juga terjadi pada pendahulu Ancelotti.
Pelatih asal Italia berusia 65 tahun itu memberikan nomor 10 Brasil kepada Vinicius Júnior. Ia juga membawa kembali gelandang veteran Casemiro dan striker Richarlison ke susunan pemain inti. Lalu memberikan debut kepada bek Alex dan memainkan pemain belia Estêvão di sayap kiri sebagai pengganti Raphinha yang diskors.
Brasil tampak nyaman bertahan melawan Ekuador, yang tidak terkalahkan dalam 14 pertandingan kandang terakhirnya. Peluang terbaik Brasil terjadi di menit ke-22. Sepakan keras Vinicius dari jarak dekat masih dapat diselamatkan penjaga gawang Gonzalo Valle.
Hingga bubaran, skor 0-0 tidak berubah.

Hasil ini membuat Ekuador tetap berada di peringkat 2 klasemen sementara dengan 24 poin.
Poin yang sama juga dibukukan Paraguay yang menang telak 2-0 atas Uruguay dan menempati posisi ketiga.
Sementara Brasil tertahan di posisi keempat dengan 22 poin.
Ada pun Argentina yang sudah memastikan satu tiket ke Piala Dunia 2026 dengan menjadi pemuncak klasemen, menang 1-0 atas Chile. Poin 34 yang dikumpulkan Argentina sudah tak mungkin terkejar tim-tim lainnya.
Janjikan Lebih Ofensif
Sementara itu, usai debut melawan Ekuador, Carlo Ancelotti mengungkapkan Brasil tidak akan terlalu berorientasi pada pertahanan minggu depan ketika menjamu Paraguay di Sao Paulo.
“Kami akan memiliki lebih banyak peluang untuk mengendalikan pertandingan, memiliki lebih banyak mobilitas dan intensitas,” kata Ancelotti dalam konferensi pers pasca-pertandingan.
“Pertandingan ini lebih rumit bagi ketiga (striker). Kami membutuhkan lebih banyak permainan ofensif. Tetapi Ekuador bertahan dengan baik,” ujarnya.
Pelatih yang baru saja hengkang dari Real Madrid itu mengaku tak kecewa dengan hasil laga.
“Itu adalah pertandingan yang sangat bagus di tahap pertahanan. Saya melihat tim bermain bagus dengan bola, dengan permainan yang lebih cair,” ujar Ancelotti.
“Ini adalah hasil imbang yang bagus dan kami pergi dari sini dengan puas, dengan kepercayaan diri untuk pertandingan berikutnya,” tegasnya.







