Malanginspirasi.com – Stamford Bridge akhirnya kembali melihat selebrasi ikonik Cole Palmer. Setelah menepi cukup lama akibat cedera, sang pemain sayap menandai kembalinya ke lapangan hijau. Membuahkan skor skor 2-0 saat Chelsea vs Everton dalam pertandingan ke-16 Liga Inggris 25/26.
Ini juga menjadi panggung pembuktian kualitas The Blues setelah sebelumnya kalah di beberapa pertandingan.
Kemenangan ini memiliki arti vital bagi posisi Chelsea di papan klasemen. Tambahan tiga poin membuat mereka berhak naik ke peringkat empat dengan koleksi 28 poin dari 16 laga.
Sebaliknya, Everton asuhan David Moyes harus puas tertahan di peringkat delapan, tertinggal empat poin dari tuan rumah.
Sihir Palmer dan Agresivitas Gusto
Pertandingan berjalan cukup terbuka sejak menit awal. Everton sejatinya memberikan perlawanan sengit di paruh pertama.
Tim tamu mampu memproduksi lima peluang, di mana dua di antaranya mengarah tepat ke gawang.
Namun, Chelsea tampil lebih klinis dengan melepaskan total sembilan tembakan sepanjang 45 menit pertama.
Baca Juga:
Hasil Liverpool vs Brighton: Salah Jawab Keraguan, Ekitike Sumbang 2 Gol
Momen yang ditunggu publik tuan rumah terjadi pada menit ke-21. Cole Palmer, yang baru pulih dari cedera pangkal paha sejak September, menerima operan matang dari Malo Gusto.
Dengan tenang, Palmer melepaskan tembakan kaki kiri presisi yang tak mampu diadang kiper Jordan Pickford.
Palmer pun langsung memeragakan selebrasi “kedinginan” yang menjadi ciri khasnya, seolah menegaskan ia tidak kehilangan sentuhan meski lama absen.
Menjelang turun minum, Chelsea menggandakan keunggulan lewat skema serangan balik cepat. Pedro Neto mengirimkan umpan tarik akurat dari sisi kanan penyerangan.

Malo Gusto, yang sebelumnya menjadi arsitek gol pertama, merangsek masuk ke kotak penalti dan menuntaskan peluang tersebut menjadi gol pada menit ke-45.
Drama Tiang Gawang di Babak Kedua
Memasuki babak kedua, Chelsea tetap berupaya menjaga produktivitas. Alejandro Garnacho nyaris memperlebar jarak andai sepakannya tidak melayang tinggi.
Peluang emas lain lahir dari kaki Reece James melalui tendangan bebas pada menit ke-75. Namun, Jordan Pickford tampil heroik dengan menepis bola tersebut.
Joao Pedro juga sempat mengancam 10 menit jelang bubaran, namun sepakannya masih melebar ke kiri gawang.
Di sisi lain, Everton bukannya tanpa perlawanan jelang akhir laga. The Toffees nyaris menipiskan skor pada menit ke-87 melalui aksi Iliman Ndiaye.
Sayangnya, sepakan diagonal Ndiaye hanya membentur tiang kanan gawang Chelsea. Hingga peluit panjang berbunyi, tidak ada gol tambahan tercipta.
Skor 2-0 bertahan dan menjadi kado manis bagi para pendukung Chelsea yang merindukan aksi Cole Palmer.








