Malanginspirasi.com – Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, menyerukan perubahan aturan di Liga Champions menyusul hasil drawing 16 besar yang kembali mempertemukan tim besutannya dengan Real Madrid. Apalagi kedua tim sebelumnya sudah bertemu di fase grup.
“Ini agak aneh (a little bit weird),” demikian komentar Pep, terkait pengundian hasil pengundian babak 16 besar Liga Champions UEFA musim 2025/2026.
Pernyataan tersebut disampaikan Guardiola dalam konferensi pers sesaat setelah drawing digelar pada Jumat (27 Februari 2026). Padahal, kedua raksasa Eropa baru saja berjumpa di fase liga pada Desember 2025, di mana City menang 2-1 di Santiago Bernabeu.
Berita Terkait:
Hasil Drawing Babak 16 Besar Liga Champions: Real Madrid Bertemu Man City, PSG Kontra Chelsea
Ini bukan pertemuan pertama. Tapi pertemuan knockout kelima secara beruntun dalam beberapa musim terakhir.
Format baru Liga Champions yang diperluas dengan fase liga berbasis 36 tim dan tanpa pemisahan ketat berdasarkan pertemuan sebelumnya di babak gugur, memang memungkinkan hal ini terjadi.
Tidak ada regulasi yang secara eksplisit mencegah tim yang sudah saling jumpa di fase liga untuk langsung diundi lagi di babak 16 besar. Akibatnya, pengulangan matchup dini menjadi mungkin. Sesuatu yang menurut Guardiola jarang terjadi di era sebelumnya.
Guardiola merujuk contoh lain.
Real Madrid juga diundi melawan Benfica di babak 16 besar, sementar kedua tim baru saja bertemu di laga terakhir fase liga.
“Saya rasa UEFA perlu mempertimbangkan ini. Seharusnya ada mekanisme proteksi atau seeding yang lebih baik sehingga pertemuan seperti ini bisa dihindari sampai tahap yang lebih jauh, seperti perempat final atau semifinal. Kompetisi akan terasa lebih segar dan variatif,” ujarnya.
Fokus Hadapi Real Madrid
Meski menyampaikan kritik halus terhadap format baru, Guardiola tetap bersikap realistis dan profesional. Ia menekankan bahwa Manchester City akan fokus mempersiapkan dua leg pada Maret 2026 melawan salah satu tim terbaik dunia. Real Madrid.
“Ini bagian dari sepak bola. Setiap pertemuan dengan Real Madrid selalu memberi kami pengalaman berharga untuk berkembang,” katanya.
Guardiola juga menolak anggapan bahwa hasil drawing ini membuat jalur tim lain, seperti Arsenal, menjadi lebih mudah. Ia menegaskan pentingnya menghormati seluruh kontestan tanpa perlu mencari-cari alasan.
Kritik Pep Guardiola mencerminkan salah satu kekurangan format Liga Champions yang baru diperkenalkan.
Kendati berhasil menciptakan lebih banyak laga berkualitas dan pendapatan bagi klub, format 36 tim tanpa proteksi ketat di babak awal knockout berisiko menimbulkan repetisi pertandingan. Hal ini berpotensi mengurangi rasa “kejutan” dan variasi yang selama ini menjadi daya tarik kompetisi.
Di sisi lain, sebagian pengamat melihat pengulangan seperti City vs Madrid justru meningkatkan intensitas rivalitas dan kualitas teknis.
UEFA sendiri belum memberikan respons resmi terhadap komentar Guardiola. Namun evaluasi regulasi pasca-musim pertama format baru ini kemungkinan akan menjadi agenda penting di musim selanjutnya.







