Malanginspirasi.com – Pelatih Aston Villa Unai Emery menjadi yang tercepat dari tiga manajer terdahulu yang mencapai 100 kemenangan setelah laga leg pertama babak 16 besar Liga Europa melawan Lille.
Pelatih asal Spanyol ini telah menjadikan Villa sebagai kekuatan di dalam negeri dan di Eropa sejak ditunjuk pada Oktober 2022.
Emery memang bertujuan memenangkan kompetisi ini untuk kelima kalinya.
Pelatih berusia 54 tahun ini memiliki rasio kemenangan terbaik dalam sejarah klub dengan 55,2 persen dan merupakan salah satu dari hanya tiga manajer Liga Premier yang meraih 100 kemenangan selama masa jabatannya di Villa Park.
Dua lainnya yang berada di atasnya dalam hal ini adalah rekan senegaranya Pep Guardiola (137) dan Mikel Arteta (118).
Meskipun Emery menepis pencapaian penting itu setelah pertandingan di Prancis, angka-angka saja sudah berbicara untuk mantan bos Sevilla dan Villarreal tersebut.
Baca Juga:
Pertandingan Liga Inggris: Arsenal Makin Dekat Gelar Juara, Chelsea Gebuk Aston Villa
Mereka akan kembali ke Inggris dengan tekad untuk membuktikan diri setelah dipecat oleh Arsenal pada tahun 2019.
Jumlah 100 kemenangan dari 181 pertandingan melampaui manajer paling sukses dalam sejarah klub yaitu Ron Saunders.
Ia mencapai angka seratus kemenangan pada akhir musim 1977-78, musim keempatnya sebagai pelatih.
Saunders, yang membawa Villans keluar dari divisi dua lama, dua kali memenangkan Piala Liga, memberikan gelar liga utama pertama klub dalam 71 tahun pada musim 1980-81.
Dia berada di pucuk pimpinan pada awal musim 1981-82 yang tak terlupakan yang berakhir dengan kejayaan Piala Eropa.
Keputusan Villa untuk memilih Emery empat tahun lalu adalah tanda ambisi mereka untuk membuat jejak di panggung Eropa.
Saat ini Villa masih berada di posisi keempat di liga utama Inggris.
Tapi kini tim asal Birmingham itu akan mengamankan tempat di Liga Champions musim depan sekaligus sukses di Liga Europa .
Namun yang terpenting adalah mendapatkan kembali ritme dan kepercayaan diri setelah empat pertandingan tanpa kemenangan di saat melawan Newcastle, Chelsea, dan klub terbawah Wolves.
Sementara itu, Emery mengatakan bahwa ia menggunakan kesulitan yang dialami rival-rival mereka di Liga Premier di Liga Champions sebagai alat motivasi sebelum pertandingan dimulai.
“Kami menghormati kompetisi ini karena kami tahu kesulitan setiap pertandingan tandang di Eropa,” katanya seperti dikutip dari situs resmi Aston Vulla.
“Kami tahu bagaimana rasanya bagi tim-tim Inggris, seperti minggu ini di Liga Champions, bagaimana mereka kesulitan untuk menang,” katanya.







