Malanginspirasi.com – Mikel Arteta mengakui kekalahan di final Piala Carabao melawan Manchester City adalah kekalahan menyakitkan.
Tetapi ia bertekad memanfaatkannya sebagai motivasi untuk meraih prestasi yang lebih besar musim ini.
Arsenal mengalami kekalahan keempat dalam pertandingan ke-50 musim ini di Wembley, saat Nico O’Reilly mencetak dua gol untuk memenangkan trofi bagi The Citizens.
Kekalahan ini juga menggagalkan kesempatan The Gunners melihat namanya terukir di trofi tersebut untuk pertama kalinya sejak 1993.
Namun, Arsenal berpeluang besar meraih gelar Liga Premier pertama sejak era Invincibles 22 tahun lalu.
Juga peluang di perempat final Liga Champions dan Piala FA, dimana sang pelatih bertekad tidak membiarkan kemunduran ini menggagalkan perjalanan sejauh ini.
“Momen sulit karena semua pemain menginginkan kemenangan hari ini. Para pendukung juga menginginkannya. Fakta bahwa kami belum berhasil mewujudkannya sangat, sangat menyakitkan,” kata Arteta.
Arteta sebut timnya telah menjalani delapan bulan secara yang luar biasa.
Baca Juga:
Prediksi Final Piala Carabao Arsenal vs Manchester City, Cek Statistik Pertemuan Kedua Klub
“Kita semua memasuki lapangan dengan perasaan dan rasa sakit yang sangat berat, dan kita akan menggunakan itu sebagai pemicu semangat untuk dua bulan ke depan,” paparnya lagi.
Padahal, kata Arteta, timnya memasuki babak pertama dalam posisi yang kuat, apalagi setelah Kai Havertz dan Bukayo Saka hampir mencetak gol.
Setelah jeda selama periode tekanan, City menemukan cara untuk unggul ketika O’Reilly menyundul bola dari jarak dekat.
Empat menit kemudian ia mencetak gol kedua untuk merebut kemenangan.
“Di babak kedua, kami mulai mengalami beberapa masalah untuk keluar dari kebuntuan itu, tetapi pujian juga untuk mereka, betapa tenangnya mereka di momen-momen tertentu,” pujinya kepada pemain.
“Terkadang kita harus menerima bahwa lawan bermain bagus,” pungkasnya.







