Malanginspirasi.com – Pelatih Manchester United (MU) , Michael Carrick, menegaskan pentingnya mengembalikan identitas dan nilai-nilai klub di tengah periode sulit jelang pertandingan melawan Bournemouth dalam lanjutan Premier League di Old Trafford, Minggu (25/10/2026) pukul 21:00 WIB.
Carrick berada di bawah tekanan setelah Manchester United menelan kekalahan telak 1-4 dari Como di Liga Champions, Rabu (21/10/2026).
Hasil tersebut memperpanjang tren negatif Setan Merah yang telah melewati tujuh pertandingan tanpa kemenangan.
Menghadapi situasi tersebut, Carrick menilai Manchester United perlu kembali pada prinsip-prinsip yang selama ini menjadi fondasi klub.
Menurut Carrick, Manchester United memiliki sejarah panjang dalam menghadapi kesulitan dan bangkit dari situasi yang tidak menguntungkan.
“Rasanya sangat menyakitkan, tetapi itu tidak menghentikan saya. Justru rasa sakit itu sebagai motivasi dan inspirasi murni untuk berupaya lebih keras, dan membawa kami melangkah ke arah yang lebih baik, katanya.
“Kami pasti bisa menang melawan dengan tim yang sangat, sangat bagus. Saya tidak mengatakan pertandingan ini akan menjadi laga yang mudah, karena sama sekali tidak. Kami harus menghormati permainan ini, serta memahami apa yang diperlukan untuk meraih kemenangan,” lanjutnya.
Ia juga menekankan bahwa klub harus selalu lebih besar daripada individu mana pun, baik pelatih maupun pemain. Karena itu, seluruh elemen tim perlu mengutamakan kepentingan Manchester United di atas kepentingan pribadi.
Carrick mengakui bahwa performa tim belakangan ini belum mencerminkan standar yang seharusnya dimiliki Manchester United.
Namun, ia tetap yakin bahwa klub mampu memperbaiki keadaan dan kembali menunjukkan karakter yang selama ini melekat pada mereka.
Yang menarik adalah saat awak media menanyakan apakah ia tetap menjadikan Bruno Fernandes sebagai kapten setelah kritik dari pemain Portugal tersebut.
Baca Juga:
Bruno Fernandes Kritik Michael Carrick Pasca Kekalahan Memalukan MU dari Como
“Yang terpenting adalah kekompakan tim karena merekalah yang akan menjadi nyawa dari permainan ini. Saya selalu menekankan kekompakan tim,” katanya yang menambahkan bahwa tidak ada perpecahan dalam tim.
Bahkan, ia menggambarkan dirinya sebagai payung yang melindungi para pemain dari hujan.
“Kami selalu berdiskusi, saling terbuka dalam hal kritik dan saran. Yang penting kami harus kompak,” pungkas dia.







