Malanginspirasi.com – Setelah sukses dengan film animasi ‘Si Jumbo’, industri perfilman Indonesia kembali bersiap menghadirkan tontonan yang tak kalah menarik. Kali ini, film animasi mengangkat cerita legenda ‘Panji Tengkorak’ (The Ghostly Face) ke layar lebar.
Panji Tengkorak bukanlah nama asing bagi generasi 70-an dan 80-an. Kisah ini awalnya merupakan cerita silat (cersil) populer karya Hans Jaladara pada tahun 1968.
Bahkan, pada tahun 1971, Panji Tengkorak pernah diadaptasi menjadi film live action yang disutradarai oleh A. Harris. Film tersebut menampilkan Deddy Sutomo, Shan Kuang Ling Fung, Maruli Sitompul sebagai pemeran utama, serta Lenny Marlina dan Rita Zahara sebagai pemeran pendukung.
Kolaborasi antara rumah produksi film Indonesia dan Hong Kong dalam film tersebut menjadikannya salah satu tonggak penting dalam sejarah perfilman Indonesia.
Sinopsis Film Animasi ‘Panji Tengkorak’
‘Panji Tengkorak’ berkisah tentang seorang pendekar bernama Panji yang menjual jiwanya demi membalaskan dendam atas kematian istrinya.
Terperangkap dalam belenggu ilmu hitam, Panji berkelana hingga bertemu dengan seorang pendekar tua yang memintanya membantu merebut pusaka sakti.
Tawaran tersebut membawa Panji ke dalam pusaran perang antar kerajaan dan membongkar rahasia kelam masa lalunya.

Versi animasi “Panji Tengkorak” ini akan menampilkan sejumlah nama besar sebagai pengisi suara, di antaranya:
- Denny Sumargo sebagai Panji Tengkorak
- Donny Damara sebagai Bramantya
- Cok Simbara sebagai Lembugiri
- Aghniny Haque sebagai Gantari
- Tanta Ginting sebagai Kalawereng
- Fa Aisha Nurra Datau sebagai Murni
- Donny Alamsyah sebagai Wirabaya
- Revaldo sebagai Kakak Pertama
- Candra Mukti sebagai Kuwuk
- Prit Timothy sebagai Nagamas
Disutradarai Daryl Wilson, film ‘Panji Tengkorak’ versi animasi ini dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia pada 28 Agustus 2025.
View this post on Instagram
Kendati dibuat dalam versi animasi, kehadiran Film ‘Panji Tengkorak; di layar lebar diharapkan dapat membawa cerita klasik ini kembali populer dan mengobati kerinduan para penggemar cerita silat tanah air. Juga memperkuat posisi film animasi Indonesia di kancah perfilman nasional maupun internasional.







