Malanginspirasi.com – Penyanyi asal Amerika, Taylor Swift kembali cetak rekor di Spotify dengan album terbarunya, The Life of a Showgirl. Album ini dirilis pada 3 Oktober 2025.
Lagu pembuka pada album tersebut yang berjudul The Fate of Ophelia memecahkan rekor sebagai lagu dengan jumlah streaming terbanyak dalam kurang dari 24 jam.
Ophelia Berpotensi Saingi Flowers Miley Cyrus
Capaian itu mengalahkan rekor sebelumnya yang dipegang oleh Taylor Swift saat merilis The Tortured Poets Department (2024) lewat lagu pembuka album tersebut yang berjudul Fortnight.
Lewat lagu itu sebelumnya ia mendapatkan total 25 juta streaming.
Perolehan Fortnight tersebut mengalahkan Easy on Me dari Adele yang meraih hampir 20 juta streaming pada Oktober 2021.
Variety menyebut pada Jumat (3/10), jika Ophelia terus meraih pendengar di layanan streaming tersebut.
Bukan mustahil akan menyaingi lagu Flowers dari Miley Cyrus sebagai lagu paling banyak diputar dalam sepekan.

Tentu saja, rekor ini bukanlah satu-satunya yang diperoleh Swift lewat Showgirl.
Sebelumnya album itu jadi album paling banyak diputar di Spotify dalam sehari sepanjang 2025, kurang dari 12 jam setelah dirilis.
Layanan streaming asal Swedia itu juga sebelumnya mengumumkan bahwa Showgirl memecahkan rekor sebagai album dengan pra-simpan terbanyak.
Dari album yang pernah ada di streaming tersebut dengan lima juta pra-simpan.
Album Ke-12 Taylor Swift Dominasi Chart Global
Album Taylor Swift sebelumnya, The Tortured Poets Department, menjadi album dengan perolehan raksasa di Spotify.
Album itu jadi album paling banyak diputar pada 2025, dan mengungguli Hit Me Hard and Soft dari Billie Eilish dan Short n’ Sweet dari Sabrina Carpenter.
Taylor Swift resmi merilis album The Life of a Showgirl yang merupakan album ke-12 dalam diskografinya pada Jumat (3/10).
Dalam 12 lagu, Swift menyajikan perjalanan kisahnya di balik popularitas.

Dengan durasi total 41 menit 40 detik, 12 lagu yang kali ini didominasi soft-rock, pop, dan electro, Swift mengisahkan berbagai cerita di balik popularitasnya yang mentereng.
Kisah tersebut mulai dari kisah cinta Swift yang berubah saat bertemu Travis Kelce, mimpi sederhanya dalam membangun rumah tangga.
Tak hanya itu, ada juga kisah popularitasnya yang menjadi bulan-bulanan, hingga kisah gelap di balik sebuah kisah pertemanan.
Swift menggarap album ini hanya bersama Max Martin dan Shellback, dua musisi yang sudah bekerja sama dengan Swift dalam album Red (2012), 1989 (2014), dan reputation (2017).








