Film ‘Ozora: Penganiayaan Brutal Penguasa Jaksel’, Perjuangan Seorang Ayah Mencari Keadilan untuk Anaknya

Malanginspirasi.com – Satu lagi film Indonesia yang terinspirasi dari kisah nyata, ‘Ozora: Penganiayaan Brutal Penguasa Jaksel’. Film yang diproduksi oleh Umbara Brothers ini mengangkat kisah penganiayaan brutal yang dilakukan anak seorang pejabat terhadap pelajar SMA bernama David Ozora yang sempat mengguncang perhatian publik pada tahun 2023 lalu.

Apa yang dialami Ozora, bahkan hingga membuatnya koma, memantik kemarahan masyarakat. Apalagi pelakunya adalah Mario Dandy, putra dari mantan pejabat tinggi Direktorat Jenderal Pajak, Rafael Alun Trisambodo yang memiliki kekayaan luar biasa.

Film ‘Ozora: Penganiayaan Brutal Penguasa Jaksel’ bukan hanya menceritakan kekerasan itu sendiri. Tetapi lebih menyoroti perjuangan keluarga korban, terutama sang ayah, dalam mencari keadilan di tengah tekanan kekuasaan dan sistem hukum yang sering kali memble terhadap orang-orang berpengaruh.

Alur Cerita

Kisah film bergenre thriller drama ini dimulai dengan kehidupan sehari-hari David Ozora Muzakki Ramdhan), seorang siswa SMA biasa di Jakarta Selatan.

Ia tiba-tiba menjadi korban penganiayaan sadis oleh sekelompok anak muda yang dipimpin Mario (Dimas Aditya).

Penganiayaan brutal terjadi pada Februari 2023, membuat David koma dan hampir kehilangan nyawa. Insiden ini bukan sekadar perkelahian atau kenakalan remaja, tapi mencerminkan penyalahgunaan kekuasaan ayah Mario, Rafael Alun (Mathias Muchus) seorang pejabat kaya raya.

Rafael berusaha “membeli” penyelesaian kasus dengan uang agar tidak sampai ke pengadilan. Ia juga menekan keluarga korban dan pihak berwenang.

Fokus utama film adalah perjuangan Jonathan Latumahina (Chicco Jerikho), ayah David, yang menolak segala bentuk kompromi.

Jonathan, seorang pria biasa tanpa latar belakang kuat, harus melawan berbagai rintangan: ancaman, birokrasi yang lambat, dan tekanan sosial dari elite Jakarta Selatan.

Bersama istrinya (Tika Bravani), Jonathan berjibaku dengan dunia hukum yang penuh korupsi. Sambil berjuang menjaga semangat David yang sedang dalam proses pemulihan, baik dari sisi psikis maupun fisik..

‘Ozora: Penganiayaan Brutal Penguasa Jaksel’ ini menggambarkan bauran emosi, dari kemarahan, kekecewaan, hingga harapan. Tak hanya itu, film ini juga mengkritik fenomena bullying, nepotisme, dan ketimpangan sosial di Indonesia.

Baca Juga:

Kisah Nyata, Film ‘Sampai Titik Terakhirmu’ Siap Mengundang Air Mata

Film Baru Chicco Jerikho dan Ariel Tatum, ‘Perang Kota’: Kisah Kelam Indonesia Era 1946

Restu Keluarga David

Sutradara Anggy Umbara dan Bounty Umbara sebagai co-director sekaligus penulis naskah, menekankan bahwa film ini lahir dari keprihatinan pribadi terhadap maraknya kekerasan di kalangan kaum muda akibat pengaruh orang tua.

Pendekatan naratifnya humanis, membuat penonton tidak hanya bergidik dengan adegan kekerasan. Tetapi juga merenungkan isu keadilan sosial yang masih relevan hingga kini.

Jonathan Latumahina, ayah David yang asli, bahkan memberikan restu untuk proyek ini setelah melalui proses panjang.

‘Ozora: Penganiayaan Brutal Penguasa Jaksel’ dijadwalkan tayang di bioskop tanah air pada 4 Desember 2025.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *