Malanginspirasi.com – Dunia perfilman Indonesia kembali menorehkan prestasi internasional dengan film horor fantasi berjudul ‘Sleep No More’ (judul Indonesia: ‘Monster Pabrik Rambut’). Film karya sutradara Edwin ini dijadwalkan tayang perdana dunia di bagian Berlinale Special Midnight pada Festival Film Internasional Berlin ke-76, Februari 2026.
‘Sleep No More’ mengisahkan dua bersaudara perempuan yang bekerja di sebuah pabrik rambut. Mereka mulai mengungkap kejadian-kejadian mengerikan di tempat kerja mereka.
Cerita berfokus pada eksploitasi tenaga kerja, kelelahan fisik ekstrem, serta elemen horor yang lahir dari kondisi nyata buruh yang dipaksa bekerja tanpa istirahat memadai.
Sutradara Edwin menggambarkan horor dalam film ini bukan sekadar metafora. Melainkan perpanjangan langsung dari realitas kehidupan buruh yang “ditanam” untuk bertahan hidup dalam jam kerja yang tidak manusiawi.
Naskah ditulis bersama oleh Edwin, penulis ternama Eka Kurniawan, dan Daishi Matsunaga.
Film ini dibintangi Rachel Amanda dan Lutesha sebagai pemeran utama. Selain itu juga didukung Iqbaal Ramadhan sebagai produser eksekutif bersama Dian Sastrowardoyo melalui rumah produksi Beacon Film.
Pemeran pendukung lainnya termasuk Sal Priadi serta debut akting kreator TikTok Kev Luqman.

Kolaborasi Lintas Negara
‘Sleep No More’ merupakan kolaborasi internasional antara Indonesia, Singapura, Jepang, Jerman, dan Prancis. Diproduksi oleh Palari Films bersama mitra seperti Giraffe Pictures (Singapura), Hassaku Lab (Jepang), In Good Company (Jerman), dan Apsara Films (Prancis).
Pengambilan gambar utama berlangsung pada November 2024 di gedung Produksi Film Negara, Jakarta Timur.
Proyek ini telah menerima dukungan dana produksi sebesar €50.000 (Rp980.000.000) dari World Cinema Fund Berlinale pada Desember 2024.
Sementara hak penjualan internasional dipegang oleh Showbox, studio di balik kesuksesan horor Korea Selatan Exhuma (2024) yang mencatat pendapatan global sekitar US$95 juta (Rp1,61 triliun)
‘Sleep No More’ awalnya direncanakan rilis bioskop di Indonesia pada 2025. Namun jadwal tersebut bergeser seiring konfirmasi premier dunia di Berlin. Keikutsertaan di segmen Midnight Berlinale menandakan potensi film ini sebagai salah satu penantang kuat di ranah horor Asia tahun depan.
Sebelum ‘Sleep No More’, Edwin juga memenangkan Golden Leopard di Locarno untuk ‘Vengeance Is Mine, All Others Pay Cash’ (2021). Kedua film ini sama-sama mengangkat kisah tentang kondisi kerja modern di tengah industri yang mengeksploitasi tubuh manusia.







