Film Horor Komedi ‘Sebelum Dijemput Nenek’, Padukan Mitos Lokal dan Humor Segar

Malanginspirasi.com – Film bergenre horor komedi kembali menyapa dengan karya terbaru berjudul ‘Sebelum Dijemput Nenek’. Diproduksi oleh Rapi Films dan disutradarai oleh Fajar Martha Santosa, film ini dijadwalkan tayang perdana di bioskop seluruh Indonesia pada 22 Januari 2026.

Cerita berpusat pada dua saudara kembar tidak identik, Hestu (diperankan oleh Angga Yunanda) dan Akbar (Dodit Mulyanto), yang memiliki kepribadian dan gaya hidup bertolak belakang.

Hestu memilih merantau ke kota dan menjauhi keluarga, sementara Akbar tetap di desa untuk merawat nenek mereka, Marsiyem binti Kasan (Sri Isworowati). Sang neneklah yang membesarkan keduanya sejak kecil.

Konflik muncul ketika Hestu bersumpah hanya akan pulang jika nenek meninggal, dan sumpah itu wajib ditunaikan saat nenek wafat pada waktu yang dianggap keramat. Ini terkait mitos angka 666 yang menuntut tumbal dari keluarga.

Sejak itu, kedua saudara dihantui arwah nenek dengan pesan-pesan misterius. Termasuk permintaan untuk ditemani ke alam baka dalam batas waktu tujuh hari.

Dalam upaya menyelamatkan diri, mereka dibantu Ki Mangun (Nopek Novian), seorang dukun ceroboh, Kotrek (Oki Rengga), preman penakut, dan Nisa (Wavi Zihan), kembang desa yang turut terlibat.

Perjalanan ini memicu serangkaian kejadian supranatural yang dipenuhi ketegangan, namun diselingi momen komedi absurd.

Angga Yunanda dan Dodit Mulyanto berperan sebagai saudara kembar tak identik yang dihantui arwah sang nenek. (@Rapi Films/YouTube)
Debut Sutradara dan Chemistry Aktor

Fajar Martha Santosa membuat debut penyutradaraan panjangnya melalui film ini. Ia bekerja sama dengan penulis skenario Sandi Paputungan untuk mengembangkan narasi yang dekat dengan budaya Indonesia.

Proses persiapan melibatkan latihan intensif bagi para aktor, khususnya Angga Yunanda dan Dodit Mulyanto, untuk membangun chemistry sebagai saudara kembar. Penyesuaian ini termasuk gestur dan emosi.

Angga Yunanda, yang dikenal dari peran romantisnya, menyebut pengalaman ini sebagai tantangan baru dalam genre horor-komedi. Adapun Dodit Mulyanto membawa nuansa humor khasnya.

Tim teknis termasuk sinematografer Ujel Bausad, penyunting Wawan I. Wibowo, dan penata musik Fajar Ahadi, yang memastikan keseimbangan antara elemen horor dan komedi.

Berdurasi 103 menit, film ‘Sebelum Dijemput Nenek’ memadukan elemen ketegangan dengan warna mitos lokal dan sentuhan humor yang segar.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *