Malanginspirasi.com – Industri perfilman Indonesia lagi-lagi mencuri perhatian di kancah internasional. Dalam ajang bergengsi Festival Film Internasional Berlin (Berlinale) 2026 yang berlangsung pada 12–22 Februari, dua karya horor terbaru, ‘Ghost in The Cell’ dan ‘Monster Pabrik Rambut’ (judul internasional: ‘Sleep No More’) mendapat sambutan hangat dari kritikus, media, dan penonton global melalui penayangan perdana dunia (world premiere).
Bukan sekadar menyuguhkan ketakutan, kedua film ini dipuji karena mamp;u memadukan elemen horor dengan kritik sosial yang tajam. Membuktikan bahwa genre ini telah menjadi medium protes yang kuat bagi sineas Indonesia.
Berikut 2 film Indonesia yang mendapat apresiasi meriah di Festival Berlinale 2026:
1. Ghost in the Cell
Film horor-komedi ini berlatar penjara paling kejam di Indonesia. Sebuah kekuatan gaib mulai membunuh narapidana secara brutal, memaksa geng saingan dan sipir korup bekerja sama demi bertahan hidup.
Sutradara Joko Anwar menyebut ‘Ghost in the Cell’ sebagai “genre fireworks” murni—bukan horor “berat” atau pretensius, tapi penuh kejutan, tawa, dan jeritan.
Penonton di Berlinale memuji karena film ini lucu sekaligus menyeramkan, sambil menyentil isu korupsi sistemik dan kehancuran lingkungan.
Diputar di section Forum (bagian untuk karya inovatif), tiket beberapa sesi ludes terjual, dan respons penonton sangat positif.
Pemainnya termasuk Abimana Aryasatya, Endy Arfian, Bront Palarae, Morgan Oey, dan Lukman Sardi. Rencananya rilis di bioskop Indonesia 16 April 2026.
View this post on Instagram
2. Monster Pabrik Rambut (Sleep No More)
Film horor fantasi ini bercerita tentang dua saudara perempuan yang bekerja di pabrik pembuatan wig (rambut palsu). Mereka menemukan rahasia mengerikan di tempat kerja itu, termasuk eksploitasi buruh dan kekuatan jahat yang menguasai tubuh pekerja.
‘Monster Pabrik Rambut’ tayang di section Berlinale Special Midnight (slot malam untuk film genre ekstrem dan menegangkan).
Kritikus memuji pendekatan sang sutradara, Edwin, yang mirip Jordan Peele: campuran body horror, kekerasan, komedi hitam, tapi juga menyentuh hati.
Film ini disebut “weird, violent, dan surprisingly touching”, serta jadi kritik kuat terhadap kapitalisme dan eksploitasi tenaga kerja.
‘Monster Pabrik Rambut’ merupakan kolaborasi Indonesia, Singapura, Jepang, Jerman, dan Prancis. Dibintangi Rachel Amanda, Lutesha, Iqbaal Ramadhan, Didik Nini Thowok, dan Sal Priadi.
View this post on Instagram
Selain keduanya, ada penyebutan film lain seperti Volcanology atau Fanfictie, tapi ‘Ghost in the Cell’ dan ‘Monster Pabrik Rambut’ paling banyak dibicarakan karena sukses menarik perhatian global. Kehadiran mereka menunjukkan sinema Indonesia, khususnya genre horor, semakin diakui dunia sebagai medium yang kuat untuk menyuarakan isu sosial seperti korupsi, kekuasaan, dan ketidakadilan.
Di tengah persaingan ketat dari 28 negara peserta, kontribusi Indonesia di Berlinale 2026 membuktikan bahwa cerita personal yang kuat mampu beresonansi dengan audiens global. Keberhasilan ini semakin memperkokoh posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan kreatif baru yang patut diperhitungkan di peta perfilman dunia.







