Malanginspirasi.com – Film horor-komedi Joko Anwar, ‘Ghost in the Cell’, mendapatkan hak distribusi di berbagai negara pasca pemutaran perdana dunianya di Festival Film Berlin.
Barunson E&A mengumumkan penjualan dari Pasar Film Eropa.
Well Go USA telah mengakuisisi hak distribusi di Amerika Utara untuk produksi bersama Indonesia-Korea Selatan ini.
Film ini mengisahkan para narapidana di penjara Indonesia yang penuh kekerasan yang harus bersatu untuk bertahan hidup ketika entitas supernatural mulai menargetkan mereka yang memiliki aura paling gelap.
Beberapa distributor lainnya termasuk The World Pictures untuk Rusia dan CIS, La Aventura untuk Spanyol dan wilayah berbahasa Spanyol, Calendar Studios untuk Taiwan, Shinesaeng Ad. Venture untuk hak distribusi teater di Thailand, Purple Plan Pte untuk hak distribusi teater di Singapura, Kamboja, dan Vietnam, Filmbridge untuk Mongolia, dan Plaion Pictures untuk Jerman dan wilayah berbahasa Jerman.
Negosiasi sedang berlangsung untuk beberapa wilayah tambahan, termasuk Benelux.
“Kami sangat senang membawa ‘Ghost in the Cell’ ke Amerika Utara,” kata Doris Pfardrescher, presiden dan CEO Well Go USA.
“Sebagai penggemar lama Joko Anwar, setelah sebelumnya merilis filmnya ‘Gundala,’ kami telah melihat sendiri betapa kuatnya karya-karyanya beresonansi dengan penonton di sini. ‘Ghost in the Cell’ benar-benar luar biasa – sangat menghibur dan sangat mengerikan dengan cara yang tepat,” tambah Doris.
Purple Plan Pte menyatakan hal serupa.
“Kami mengakuisisi ‘Ghost in the Cell’ karena film ini berani, tanpa kompromi, dan sangat menghibur. Aksi berdarah dan berdampak tinggi serta elemen horornya menciptakan pengalaman yang mendebarkan. Di bawah arahan pendongeng ulung Joko Anwar, film ini memiliki suara khas yang membedakannya dari film lain dalam genre ini. Kami senang membawanya ke Singapura, Vietnam, dan Kamboja, memberikan pengalaman horor baru kepada penonton.”
Film ini, yang diputar perdana di Forum Berlinale, membahas krisis deforestasi Indonesia melalui premis supranaturalnya.
“Realitas lingkungan dan politik selalu menjadi asal mula horor, bukan hanya sebagai hiburan sampingan,” kata Anwar kepada Variety dalam sebuah wawancara.
“Saya membiarkan hantu itu membawa kebenaran yang sistem buatan manusia menolak untuk ungkapkan,” jelasnya saat itu.
Produksi ini merupakan kolaborasi antara Anwar dan produser Tia Hasibuan lewat Come and See Pictures, bersama dengan Rapi Films, Barunson E&A, dan Legacy Pictures.
Para pemeran pendukungnya meliputi Abimana Aryasatya, Lukman Sardi, Bront Palarae, Aming, Rio Dewanto, Morgan Oey, dan Tora Sudiro.
Rencananya ‘Ghost In the Cell’ akan rilis di bioskop Indonesia pada pertengahan tahun 2026.







