Malanginspirasi.com – Lima dekade setelah dirilis, album konsep ambisius Genesis ‘The Lamb Lies Down on Broadway’ kembali menyedot perhatian penggemar prog rock melalui edisi peringatan super deluxe yang dirilis pada akhir September 2025. Edisi perayaan 50 tahun ini menawarkan pengalaman mendengarkan yang lebih mendalam. Dilengkapi rekaman live langka dan mix suara modern.
Dirilis pertama kali pada 18 November 1974 oleh label Charisma Records, ‘The Lamb Lies Down on Broadway’ adalah album double keenam Genesis.
Album ini juga menjadi kiprah terakhir Peter Gabriel sebagai vokalis utama. Ia kemudian memilih keluar dari Genesis dan mengejar solo karir. Posisinya kemdian digantikan Phil Collins.

‘The Lamb Lies Down on Broadway’ mengisahkan tentang Rael, seorang pemuda imigran Puerto Rico yang tersesat di belantara jalanan New York yang gelap dan surealis. Kisahnya menyentuh tema identitas, alienasi, dan pencarian spiritual.
Dengan durasi lebih dari 97 menit, album ini dianggap sebagai salah satu puncak progressive rock era 1970-an. Memadukan narasi kompleks, lirik puitis Gabriel, dan permainan instrumen rumit dari Tony Banks (keyboard), Mike Rutherford (bass/gitar), Steve Hackett (gitar), dan Phil Collins (drum).
Meski penjualannya kalah dibanding album sebelumnya, ‘Selling England by the Pound’, namun pengaruhnya terhadap perkembangan musik, khususnya prog rock, tak lekang dimakan waktu.
‘The Carpet Crawlers’ menjadi salah satu lagu ikonik Genesis. Pun demikian dengan ‘In the Cage’, ‘Back in N.Y.C.’, ‘Counting Out Time’, ‘The Lamia’, ‘It’ dan tentunya single pembuka yang sekaligus diambil sebagai nama album, ‘The Lamb Lies Down on Broadway’.

Total ada 23 lagu original plus 2 tambahan lagu di edisi 50 tahun ini yang diambil rekaman lengkap live dari Shrine Auditorium, Los Angeles (24 Januar 1975) dan diremaster pada 2024
The Lamb Lies Down On Broadway – Live from the Shrine Auditorium, Los Angeles, CA (January 24, 1975) Remastered 2024
- The Lamb Lies Down On Broadway
- Fly On A Windshield
- Broadway Melody Of 1974
- Cuckoo Cocoon
- In The Cage
- The Grand Parade Of Lifeless Packaging
- Back In N.Y.C.
- Hairless Heart
- Counting Out Time
- The Carpet Crawlers
- The Chamber Of 32 Doors
- Lilywhite Lilith
- The Waiting Room
- Anyway
- Here Comes The Supernatural Anaesthetist
- The Lamia
- Silent Sorrow In Empty Boat
- The Colony Of Slippermen (The Arrival · A Visit To The Doktor · Raven)
- Ravine
- The Light Dies Down On Broadway
- Riding The Scree
- In The Rapids
- It
Tambahan
- Watcher Of The Skies
- The Musical Box
Perilisan Sempat Tertunda
Perayaan setengah abad The Lamb Lies Down on Broadway (50th Anniversary Super Deluxe Edition) dillaunching pada 26 September 2025 melalui Rhino/Warner Music. Perilisan ini sempat mengalami penundaan dari jadwal awal Maret.
Edisi 50 tahun ini tersedia dalam dua format: 4CD + Blu-ray Audio (US$200 atau sekitar Rp3,3 juta) dan 5LP + Blu-ray Audio (US$250 atau sekitar Rp4,15 juta), dengan stok terbatas untuk item kolektor.
Produksi melibatkan masukan dari semua anggota band asli, termasuk Gabriel dan Banks, yang mengawasi mix Dolby Atmos di Real World Studios milik Gabriel.

Isi edisi ini kaya akan materi baru dan restorasi:
- CD 1: Album original yang diremaster oleh Miles Showell di Abbey Road Studios dari master analog 1974, menjaga kehangatan suara vintage sambil meningkatkan kejernihan.
- CD 2-4: Rekaman live lengkap dari Shrine Auditorium, Los Angeles, pada Januari 1975 – pertunjukan ikonik tur Amerika – yang diremaster ulang tahun 2024. Termasuk dua encore unreleased: ;Watcher of the Skies’ dan ‘The Musical Box’, yang sebelumnya hanya beredar sebagai bootleg.
- Blu-ray Audio: Mix Dolby Atmos baru, yang disebut-sebut memberikan dimensi spasial baru pada suara orkestral album.
- Download Card: Tiga demo unreleased dari sesi Headley Grange, plus audio high-res 96kHz/24-bit.
- Koleksi Fisik: Buku 60 halaman bergaya coffee table dengan foto langka dan catatan baru dari jurnalis musik Alexis Petridis; replika program tur 1975, tiket konser, serta poster 11×17 inci (satu sisi promo original, sisi lain visual edisi anniversary).
Reaksi Positif
Ulasan awal menyebutkan edisi ini berhasil menghidupkan kembali keajaiban album.
Louder Sound memuji humor gelap dan twist musikal yang masih mengejutkan setelah setengah abad.
Sementara Goldmine Magazine menyoroti permainan instrumen yang “sangat luar biasa”, khususnya permainan keyboard Tony Banks dan gebukan drum Phil Collins yanbg “crisp and tight”.
Di YouTube, unboxing dari penggemar menunjukkan antusiasme tinggi. Meski beberapa menyayangkan overdub vokal Gabriel pada rekaman live untuk memperbaiki kualitas.
Reaksi penggemar di media sosial juga tak kalah hangat. Akun resmi @genesis_band membagikan video unboxing versi vinyl pada 7 Oktober, yang langsung mendapat 400+ like.
View this post on Instagram
Rilis ini datang di tengah kebangkitan minat pada era prog rock Genesis pra-1980, sejalan dengan peringatan 50 tahun ‘Selling England by the Pound’ tahun lalu.
Bagi kolektor dan fans baru, edisi anniversary ini bukan sekadar nostalgia. Tetapi juga jembatan ke era ketika musik rock menjadi panggung teater.
Penggemar Indonesia, yang pernah disinggahi Genesis pada tur Asia 2007, sudah bisa memesan edisi ini via toko online global.
Dengan remaster 2025 yang tersedia di platform streaming, ‘The Lamb Lies Down on Broadway’ kini kembali dengan suara yang lebih jernih dari sebelumnya.








