Rush Live di Juno Awards 2026 dengan Debut Anika Nilles Gantikan Neil Peart

Malanginspirasi.com – Band rock legendaris Rush membuat kejutan besar dengan penampilan live pertamanya dalam 11 tahun di ajang Juno Awards 2026. Geddy Lee dan Alex Lifeson kembali naik panggung di TD Coliseum, Hamilton, Ontario, Kanada, Minggu (29/3/2026), ditemani drummer baru Anika Nilles yang menggantikan almarhum Neil Peart serta keyboardis Loren Gold.

Mereka membawakan lagu pembuka ‘Finding My Way’ dari album debut Rush (1974) sebagai pembuka acara penghargaan musik Kanada tersebut.

Penampilan ini sekaligus menandai debut resmi lineup baru band yang telah lama dinanti penggemar. Layar panggung menampilkan klip arsip Neil Peart, menciptakan momen emosional yang mengharukan ribuan penonton di venue dan jutaan penonton daring.

Perform di Juno Awards ini juga menjadi sinyal resmi kembalinya Rush ke panggung sebelum tur reunion ‘Fifty Something Tour’ yang dijadwalkan dimulai Juni 2026 di Los Angeles dan meliputi berbagai kota di Amerika Utara. Termasuk empat pertunjukan di Toronto.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Rush (@rush)


Anika Nilles, drummer asal Jerman berusia 42 tahun yang sebelumnya tur dengan Jeff Beck, tampil memukau dengan presisi dan energi khas prog rock. Ia menguasai pola ritme kompleks yang menjadi ciri khas Rush tanpa kehilangan sentuhan pribadi.

Geddy Lee (vokal dan bass) dan Alex Lifeson (gitar) terlihat penuh semangat, dengan Lee sempat tersenyum lebar sepanjang penampilan.

“Dia pemain drum luar biasa dan pribadi yang hebat,” begitu komentar Geddy Lee tentang Nilles dalam wawancara sebelumnya.

Berita Terkait:

Alex Lifeson: Posisi Neil Peart di Rush Tak Tergantikan

Rush Umumkan ‘Fifty Something Tour’, Konser Pertama Tanpa Neil Peart

Penampilan ini juga menjadi bukti bahwa semangat Rush tetap hidup meski Neil Peart, yang meninggal dunia pada Januari 2020 karena kanker otak, tak lagi berada di belakang drum.

Reaksi penggemar dan media langsung membanjiri media sosial dan platform streaming. Banyak yang memuji Anika Nilles sebagai “penerus yang layak” dan penampilan sebagai tribute yang tepat untuk warisan Peart.

Namun tak sedikit pula yang mengkritik hadirnya Anika Nilles sebagai penggebuk drum anyar band rock asal Kanada itu. Bagi fans fanatik, tanpa Neil Peart bukanlah Rush.

Anika Nilles belum sepenuhnya diterima penggemar berat Rush yang menganggap Neil Peart sosok tak tergantikan. (@CBC Music/YouTube)

Menurut mereka, sepeninggal Peart, band otomatis bubar dengan sendirinya. Karena selain posisinya tak tergantikan, Peart merupakan pencipta sebagian besar hits band rock yang telah melahirkan 20 album studio dan 9 album live tersebut.

Meski demikian, tur mendatang diharapkan membawa lebih banyak materi klasik Rush dengan sentuhan baru dari lineup ini.

Kehadiran Rush di Juno Awards—pertama sejak 1978—juga menjadi momen bersejarah bagi industri musik Kanada. Mengingatkan betapa besar pengaruh band ini terhadap rock progresif dunia.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *