Alex Lifeson: Posisi Neil Peart di Rush Tak Tergantikan

Malanginspirasi.com – Kematian drummer Rush, Neil Peart, pada 7 Januari 2020 lalu tidak hanya menyisakan duka, tetapi juga sesuatu yang absurd dan kurangnya empati. Hanya beberapa saat setelah kabar meninggalnya drummer legendaris itu beredar luas, gelombang email berdatangan dari berbagai drummer di seluruh dunia. Mereka ingin mengikuti audisi untuk segera mengisi kekosongan posisi penggebuk drum yang ditinggal Peart. Betul-betul nir-empati.

Hal itu diungkapkan gitaris Rush, Alex Lifeson, dalam sebuah wawancara dengan Q104.3 Radio di New York.

Ia menuturkan tak lama setelah kepergian Peart di usia 67 tahun akibat kanker otak, band rock asal Kanada itu kebanjiran email dari banyak drummer yang menawarkan untuk menggantikan posisi Peart. Tawaran ini datang kendati belum ada pernyataan resmi mengenai rencana Rush untuk melanjutkan aktivitas dengan drummer baru.

Lifeson menambahkan, ia dan bassis sekaligus vokalis Geddy Lee terus menerus ditanyai para fans tentang kemungkinan Rush tampil kembali.

“Kami dibombardir dengan pertanyaan itu sepanjang waktu,” ucapnya merujuk pada permintaan untuk menggantikan Peart di posisi drum.

Namun Lifeson berkali-kali dalam berbagai kesempatan menyatakan bahwa ia dan Lee tidak akan pernah comeback dengan drummer baru. Meski, lanjutnya, Lee sendiri tampak lebih terbuka terhadap ide tersebut.

“Tidak lama setelah Neil meninggal, kami mulai menerima email dari berbagai drummer yang ingin audisi untuk Rush. Mereka pikir kami akan begitu saja menggantikan seseorang yang telah bermain musik bersama kami selama 40 tahun dan yang menulis semua lirik untuk musik kami. Ada apa dengan orang-orang ini. Saya tidak tahu apa yang mereka pikirkan,” ujar Lifeson mengungkapkan keheranannya atas motivasi para pelamar.

Neil Peart, posisinya tak tergantikan sebagai penggebuk drum Rush. (Shutterstock)

Hubungan Harmonis Member Rush yang Tersisa

Di sisi lain, gitaris berdarah Serbia itu mengatakan bahwa hubungan persahabatannya dengan Geddy Lee tetap terjaga baik.

“Ged adalah sahabat terbaik saya,” tegasnya.

Ia juga menceritakan jika mereka berdua masih sering berkomunikasi, makan malam dan bermain tenis bersama, serta berkolaborasi dalam kegiatan amal.

“Saya memiliki hubungan spesial dengannya,” kata Lifeson.

“Tidak selalu tentang menciptakan sesuatu, hal yang telah kami lakukan di masa lalu. Kita tidak pernah tahu apa yang akan diberikan kehidupan kepada kita di masa depan,” imbuhnya.

Alex Lifeson, Neil Peart dan Geddy Lee dalam konser merayakan 40 tahun kiprah Rush di blantika musik rock. Konser digelar di Los Angeles, AS, 1 Agustus 2015. Persahabatan ketiganya tidak hanya di musik, tetapi juga di kehidupan riil. (Instagram)

Apa yang dikatakan Lifeson ini menegaskan betapa sulitnya, bahkan mustahil, menggantikan sosok sentral seperti Neil Peart, baik secara musikal maupun emosional.

Tawaran yang membanjiri Rush pasca kematian Peart menjadi bukti kecintaan fans. Namun juga mencerminkan pemahaman yang kurang terhadap kompleksitas hubungan dalam band. Juga peran penting yang dimainkan Peart dalam perjalanan Rush sebagai sebuah band yang membawa pengaruh besar terhadap perkembangan musik rock.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *