Hari Pencegahan Polusi Sedunia, dari 730 Ton Sampah Malang hingga Langkah Kecil Selamatkan Bumi

Malanginspirasi.com – Setiap 2 Desember, dunia memperingati Hari Pencegahan Polusi Sedunia atau World Pollution Prevention Day.

Peringatan ini menjadi momen penting untuk kembali mengingatkan masyarakat tentang ancaman polusi dan perlunya menjaga kelestarian lingkungan.

Menurut National Today, Hari Pencegahan Polusi Sedunia digelar sebagai upaya meningkatkan kesadaran mengenai berbagai jenis polusi serta dampak buruknya bagi kesehatan manusia dan keberlangsungan bumi.

Awal Mula Diperingati

Peringatan ini lahir dari tragedi besar yang terjadi di Bhopal, India, pada 2-3 Desember 1984. Saat itu, sebuah pabrik pestisida milik Union Carbide mengalami kebocoran gas metil isosianat.

Insiden ini menewaskan sekitar 3.700 orang dan membuat lebih dari setengah juta warga terpapar gas beracun.

Tragedi Bhopal kemudian menjadi peringatan keras bagi dunia bahwa polusi dapat menimbulkan dampak fatal, baik terhadap manusia maupun lingkungan.

Baca Juga:

Sungai Metro Berseri Lewat World Cleanup Day Malang Raya

Hari Pencegahan Polusi Sedunia mulai dikenang sejak 1990, namun baru mendapatkan pengakuan lebih luas pada 2017-2019.

Seiring meningkatnya program dan dukungan dari WHO agar negara negara di dunia bergabung mengurangi polusi.

Polusi sendiri adalah masuknya zat atau bahan berbahaya ke lingkungan sehingga merusak kualitas tanah, air, udara, hingga mengancam kehidupan makhluk hidup.

Polusi di Indonesia
Hari Pencegahan Polusi Sedunia, Dari 730 Ton Sampah Malang hingga Langkah Kecil Selamatkan Bumi
Ilustrasi pembakaran sampah yang dapat mencemari udara. (Pinterest/Vecteezy)

Di Indonesia, sumber polusi terbesar berasal dari kendaraan bermotor yang jumlahnya terus bertambah.

Emisi berbahaya dari kendaraan, diperparah dengan kebiasaan membakar sampah, membuat kualitas udara semakin menurun.

Sementara itu, persoalan polusi sampah turut menjadi tantangan besar, termasuk di Kota Malang. Volume sampah di Kota Malang terus meningkat hingga mencapai sekitar 730 ton per hari.

Dari jumlah tersebut, sekitar 514 hingga 520 ton dibuang ke Tempat Pemprosesan Akhir (TPA) Supit Urang.

Kondisi ini menunjukkan pentingnya pengelolaan sampah yang lebih serius agar tidak menambah beban pencemaran lingkungan.

Ketua Komisi C DPRD Kota Malang, Anas Muttaqin, menegaskan bahwa salah satu sumber polusi yang masih marak adalah karena aksi pembakaran sampah secara terbuka oleh masyarakat.

“Pemusnahan sampah dengan cara dibakar itu sebenarnya tidak disarankan karena menimbulkan banyak dampak buruk. Meskipun tersedia insinerator yang lebih ramah lingkungan, kesadaran masyarakat tetap menjadi kunci,” ungkap Anas dilansir dari blok-a.

Ia juga menekankan bahwa pengelolaan sampah sebaiknya dilakukan secara berkelanjutan.

“Pengolahan sampah secara sirkular sangat penting. Sampah harus dipilah dan dikurangi sejak dari sumbernya, bukan serta merta dikirim ke TPA,” ujarnya.

Langkah Cegah Polusi
Hari Pencegahan Polusi Sedunia, Dari 730 Ton Sampah Malang hingga Langkah Kecil Selamatkan Bumi
Salah satu upaya yang bisa dilakukan mengurangi polusi dengan menanam pohon. (Pexels/Anna Shvets)

Untuk mencegah polusi, ada banyak langkah sederhana yang dapat dilakukan mulai dari kehidupan sehari hari, seperti:

– Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai
– Mendaur ulang dan mengelola sampah dengan benar
– Menggunakan transportasi ramah lingkungan
– Menanam pohon dan menjaga ruang hijau
– Mengurangi penggunaan bahan kimia berbahaya
– Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya polusi
– Mendukung kebijakan pemerintah yang berpihak pada lingkungan

Peringatan Hari Pencegahan Polusi Sedunia menjadi ajakan bagi semua pihak untuk lebih peduli terhadap kondisi bumi.

Dengan langkah kecil yang dilakukan bersama, masa depan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan dapat tercapai.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *