Malanginspirasi.com – Berbagai negara di dunia punya cara unik dan menarik untuk menyambut pergantian tahun baru. Bukan cuma pesta kembang api atau hitung mundur, tapi juga tradisi khas yang penuh makna dan kepercayaan.
Yuk, intip deretan tradisi perayaan akhir tahun yang anti mainstream dari berbagai penjuru dunia!
Tradisi Unik Penjuru Negara
Di Spanyol, malam tahun baru identik dengan tradisi makan 12 butir anggur tepat saat jam berdentang menuju tahun baru. Uniknya, anggur ini dimakan satu per satu setiap detik.
Setiap butir anggur melambangkan harapan dan keberuntungan untuk satu bulan di tahun mendatang. Tradisi ini dipercaya bisa mengusir nasib buruk dan membuka jalan untuk keberuntungan sepanjang tahun.
Baca Juga:
Mengenal Tradisi Makan 12 Anggur di Malam Tahun Baru, Simbol Harapan dan Keberuntungan
Berbeda lagi dengan Denmark. Di sana, masyarakat justru merayakan tahun baru dengan memecahkan piring di depan rumah teman atau keluarga.
Semakin banyak pecahan piring di depan rumah, semakin besar pula keberuntungan yang dipercaya akan datang.
Tradisi ini bukan bentuk kemarahan, melainkan simbol persahabatan, kebahagiaan, dan hubungan sosial yang erat.
Di Brazil, suasana tahun baru terasa sangat khas. Warga biasanya mengenakan pakaian serba putih dan berkumpul di pantai. Warna putih melambangkan perdamaian dan harapan baru.
Tak hanya itu, mereka juga melempar bunga ke laut sebagai persembahan untuk Yemanja, dewi laut. Dengan harapan mendapatkan ketenangan, keberuntungan, dan perlindungan di tahun yang baru.
Sementara itu, di Jepang, ada dua tradisi penting yang dilakukan. Pertama, Hatsumode, yaitu kunjungan pertama ke kuil untuk berdoa, melihat ramalan, dan menikmati jajanan khas tahun baru.

Kedua, Joya no Kane, tradisi membunyikan lonceng kuil sebanyak 108 kali pada malam tahun baru. Setiap dentang dipercaya dapat menghapus satu dosa manusia, sehingga tahun baru disambut dengan jiwa yang bersih.
Di Kolombia, banyak orang terlihat berjalan mengelilingi blok sambil membawa koper kosong. Tradisi ini melambangkan harapan agar tahun depan dipenuhi perjalanan dan petualangan seru.
Semakin jauh berjalan, dipercaya semakin besar pula kesempatan bepergian di tahun mendatang.
Masyarakat Filipina juga punya tradisi unik. Mereka menghias rumah dengan benda benda berbentuk bulat, seperti buah jeruk dan koin. Bentuk bulat melambangkan kemakmuran.
Tak jarang, orang orang mengenakan pakaian polkadot dan mengisi saku dengan koin agar rezeki mengalir lancar sepanjang tahun.

Di Ekuador, ada tradisi ekstrem bernama Año Viejo, yaitu membakar orang orangan sawah yang melambangkan tahun yang telah berlalu.
Pembakaran ini dipercaya dapat mengusir roh jahat dan energi negatif. Bahkan, beberapa orang juga membakar foto orang yang meninggal di tahun tersebut sebagai simbol perpisahan.
Tradisi tak kalah unik datang dari Chili, di mana sebagian masyarakat merayakan tahun baru dengan menginap di pemakaman.
Perayaan ini dikenal sebagai Noche de Las Ñatitas, di mana keluarga berkumpul di dekat makam orang tercinta untuk menyambut tahun baru bersama mereka yang telah meninggal.

Terakhir, di Skotlandia, perayaan Hogmanay berlangsung meriah dengan musik, tarian, parade obor, dan kembang api.
Salah satu tradisi khasnya adalah first footing, yaitu orang pertama yang masuk ke rumah setelah tengah malam dipercaya membawa keberuntungan, biasanya sambil membawa hadiah kecil.
Perayaan ini ditutup dengan nyanyian klasik Auld Lang Syne yang penuh kehangatan.
Dari makan anggur sampai parade obor, tradisi-tradisi ini membuktikan bahwa setiap budaya punya cara unik untuk berharap, berdoa, dan menyambut awal yang baru.








