Intip Sejarah Perayaan Tahun Baru, Tradisi Lama yang Terus Hidup Hingga Saat Ini

Malanginspirasi.com – Sejarah perayaan tahun baru tidak bisa dilepaskan dari suasana khas yang selalu terasa berbeda setiap pergantian tahun.

Dentuman kembang api menghiasi langit malam hari, hitung mundur dilakukan bersama keluarga dan teman. Serta doa doa dipanjatkan untuk harapan yang lebih baik di tahun yang baru.

Namun, di balik kemeriahan perayaan malam 31 Desember, tersimpan sejarah panjang yang telah berlangsung ribuan tahun dan melibatkan berbagai peradaban dunia.

Sejarah Perayaan Tahun Baru
Intip Sejarah Perayaan Tahun Baru, Tradisi Lama yang Terus Hidup Hingga Saat Ini
Ilustrasi letak Bangsa Babilonia dari pemandangan satelit. (Istock/selamiozalp)

Perayaan tahun baru sebetulnya bukanlah tradisi yang lahir pada zaman sekarang, akan tetapi sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu.

Sejarah mencatat bahwa perayaan ini sudah dimulai sekitar 4.000 tahun yang lalu.

Bangsa Babilonia menjadi salah satu peradaban pertama yang merayakan pergantian tahun, tepatnya pada periode 1696-1654 sebelum Masehi.

Bagi bangsa Babilonia, tahun baru merupakan momen sakral yang dirayakan untuk menghormati para dewa serta menyambut awal siklus kehidupan yang baru.

Baca Juga:

Bukan Cuma Kembang Api! Ini Tradisi Tahun Baru Paling Unik di Dunia

Perayaan ini biasanya berlangsung selama beberapa hari dan diisi dengan ritual keagamaan, doa, serta upacara khusus sebagai simbol pembaruan dan harapan.

Seiring berjalannya waktu, konsep penanggalan terus berkembang. Salah satu perubahan besar datang dari bangsa Romawi Kuno.

Sekitar tahun 45 sebelum Masehi, Romawi memperkenalkan sistem penanggalan yang lebih teratur, yang kemudian menjadi cikal bakal kalender yang kita kenal saat ini.

Pada masa itu, penentuan awal tahun mengalami beberapa kali perubahan hingga akhirnya semakin mendekati sistem yang digunakan secara global sekarang.

Intip Sejarah Perayaan Tahun Baru, Tradisi Lama yang Terus Hidup Hingga Saat Ini
Ilustrasi bangunan Bangsa Babilonia pada ribuan tahun yang lalu. (Istock/clu)

Penyempurnaan besar dalam penanggalan terjadi pada masa Paus Gregorius XIII. Ia menetapkan tanggal 1 Januari sebagai hari resmi pergantian tahun.

Kalender ini kemudian dikenal sebagai Kalender Gregorian, yang hingga kini masih digunakan di banyak negara di dunia.

Penetapan ini membawa pengaruh besar dalam cara masyarakat menghitung waktu dan merayakan awal tahun baru secara serentak.

Perhitungan tahun Masehi sendiri ditetapkan berdasarkan kelahiran Isa Almasih dari Nazaret.

Sistem penanggalan ini mulai diadopsi secara luas di Eropa Barat sekitar abad ke 8 dan terus menyebar ke berbagai belahan dunia seiring perkembangan peradaban, perdagangan, dan kolonisasi.

Perkembangan Zaman Kini

Sejak saat itu, pergantian tahun pada malam 31 Desember menjadi momen penting yang dinanti banyak orang.

Hingga saat ini, tradisi perayaan tahun baru terus mengalami perubahan dan penyesuaian sesuai budaya masing masing negara.

Meski bentuk perayaannya berbeda beda, makna dasarnya tetap sama, yaitu sebagai simbol harapan, refleksi diri, dan awal yang baru.

Kembang api yang menghiasi langit malam menjadi lambang cahaya, semangat, dan impian untuk masa depan yang lebih cerah.

Dari ritual kuno bangsa Babilonia hingga pesta kembang api yang dilakukan sampai detik ini.

Perayaan tahun baru membuktikan bahwa manusia selalu membutuhkan momen untuk berhenti sejenak, menatap masa lalu, dan melangkah ke depan dengan harapan baru.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *