Fakta Menarik: Mengapa Tata Kota Malang dan Bandung Mirip? Jejak Perencana Thomas Karsten

Malanginspirasi.com – Kalau kamu pernah jalan-jalan ke Malang dan Bandung, dua kota di Pulau Jawa ini sering disebut memiliki suasana kota yang mirip, rapi, sejuk, banyak ruang terbuka, dan terasa harmonis.

Ternyata hal ini bukan sekadar kebetulan, ada sosok arsitek perencana yang sama di balik struktur tata kota kedua kota tersebut, yaitu Herman Thomas Karsten.

Hal ini bukan sekedar teori lokal, penjelasan itu datang dari penelitian sejarah perencanaan kota. Termasuk yang dibahas dalam buku monograf berjudul “The Life and Work of Thomas Karsten” (2017).

Mengenal Thomas Karsten

Memiliki nama lengkap Herman Thomas Karsten, yang lahir pada 22 April 1884 di Amsterdam adalah arsitek dan urban planner (perencana kota) asal Belanda yang aktif bekerja di masa Hindia Belanda (sekarang Indonesia) pada awal abad ke-20.

Fakta Menarik: Mengapa Tata Kota Malang dan Bandung Mirip? Jejak Perencana Thomas Karsten
Sosok tokoh Thomas Karsten, sang arsitek dan urban planner berbagai Kota di Indonesia, termasuk Malang dan Bandung. (merdeka.com)

Menurut laporan dari laman virtualarsitek.wordpress.com, ia merupakan seorang blasteran.

Ayahnya adalah seorang profesor dalam ilmu filsafat dan wakil ketua Chancellor (Pembantu Rektor/Direktur) di Universitas Amsterdam. Sedangkan ibunya berasal dari Jawa Tengah.

Selain merancang bangunan, Karsten memiliki peran besar dalam merencanakan struktur dan layout kota di berbagai wilayah Hindia Belanda, termasuk Malang dan Bandung.

Perencanaan Kota yang Serupa

Menurut sejarawan urban, Malang dan Bandung direncanakan oleh Karsten pada periode berbeda. Malang dirancang antara 1930-1935, sedangkan Bandung dirancang antara 1941-1942.

Karsten tidak hanya sekedar menjadi arsitek, tetapi bertanggung jawab atas masterplan tata kota kedua kota ini.

Artinya ia menentukan bagaimana jalan utama dibentuk, di mana alun-alun, taman, dan zonasi penduduk dirancang.

Karsten dikenal karena pendekatannya yang tidak semata meniru gaya kolonial Eropa secara mentah, tetapi memadukan unsur barat dengan karakter lokal Indonesia.

Hasilnya adalah tata kota yang lebih humanis, luas, dan menyatu dengan lingkungan alam setempat.

Ciri Karakter Tata Kota Rancangan Karsten

Beberapa ciri utama kebersamaan antara Malang dan Bandung yang bisa ditelusuri dari rancangan Karsten,

1. Jalan dan Ruang Terbuka Hijau

Karsten sangat menekankan pentingnya ruang terbuka hijau dan taman kota sebagai bagian dari desain kota yang sehat.

Di Malang, konsep ini tercermin pada Ijen Boulevard dan taman-taman sekitarnya yang dirancang untuk memberi ruang bagi pejalan kaki dan kegiatan komunitas.

Di Bandung, konsep taman kota pun tampak pada ruang seperti Taman Ganesha, Taman Merdeka, dan Taman Gasibu yang kini menjadi fasilitas umum yang masih dinikmati warga kota.

Fakta Menarik: Mengapa Tata Kota Malang dan Bandung Mirip? Jejak Perencana Thomas Karsten
Ijen Boulevard Malang Tempoe Doeloe yang merupakan kawasan elit. (kemalangaja.com)
2. Grid Jalan yang Terstruktur

Kedua kota ini punya pola struktur jalan yang rapi dan teratur, yang menunjukkan masterplan matang alih-alih pertumbuhan kota yang acak.

Jaringan jalan utama dikombinasikan dengan jalan secondary yang memudahkan mobilitas, sesuatu yang memang lebih jarang ditemui di banyak kota Indonesia lain pada masa itu.

3. Integrasi dengan Kondisi Geografis

Karsten merencanakan kota bukan hanya berdasarkan konsep yang kaku, tetapi mengadaptasi bentuk geografis tempat itu berada.

Bukit, sungai, dan vegetasi dipertimbangkan dalam plan tata ruang. Ini menambah kesan “alami” pada tata kota, menjadikan transit antar ruang lebih mulus dan nyaman.

4. Fokus Terhadap Masyarakat

Karsten memiliki idealisme humanis dan sosialis dalam merancang kota. Ia percaya desain kota harus melayani seluruh masyarakat, bukan hanya elite.

Ini tercermin dalam peruntukan ruang untuk semua golongan masyarakat, dari ruang publik, perumahan, hingga fasilitas umum (pasar, sekolah, hingga alun-alun).

Jadi, alasan utama mengapa Malang dan Bandung terasa punya vibes yang mirip yaitu karena dikembangkan oleh satu perencana yang sama, Thomas Karsten.

Baca Juga:

Menelusuri Sejarah Malang, dari Kerajaan Kuno hingga Kota Pendidikan

Ruang terbuka hijau dan taman kota menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat. Banyak jalur terencana yang berpadu dengan alam sekitarnya sehingga suasana kota terasa sejuk dan nyaman.

Pendekatan yang fokus pada kesejahteraan warga, bukan sekadar fasilitas elit, mengingat banyak kota lain pada masa kolonial belum menerapkan strategi tata ruang yang terencana.

Itu sebabnya jejak karya Karsten tetap terasa hingga sekarang, bukan hanya lewat nama jalan atau bangunan.

Tetapi pada rasa dan pengalaman ruang kota yang bisa kita nikmati saat berjalan di Malang maupun Bandung.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *