Jepang Targetkan Rekrut 1,23 Juta Tenaga Kerja Asing Hingga Tahun 2028

Malanginspirasi.com – Pemerintah Jepang resmi mengumumkan rencana ambisius untuk merekrut sekitar 1,23 juta tenaga kerja asing hingga akhir tahun fiskal 2028.

Langkah strategis ini diambil guna mengatasi krisis kekurangan tenaga kerja yang kian akut di berbagai sektor industri di Negeri Sakura tersebut.

​Rencana ini dipaparkan dalam rapat dewan ahli yang diselenggarakan di Badan Layanan Imigrasi Jepang baru-baru ini.

Skema Penerimaan

Dalam pertemuan tersebut, pemerintah merinci dua skema utama penerimaan pekerja migran.

Pertama, melalui sistem Tokutei Gino (Tenaga Kerja Keterampilan Khusus) yang menyasar 805.700 orang.

Sistem ini dikhususkan bagi individu yang telah memiliki pengetahuan dan pengalaman kerja mumpuni di bidang tertentu.

​Kedua, pemerintah memperkenalkan sistem baru bertajuk Ikusei Shuro (Ketenagakerjaan Pengembangan) yang diproyeksikan menerima 426.200 orang.

Jepang Targetkan Rekrut 1,23 Juta Tenaga Kerja Asing Hingga Tahun 2028
Sistem dijadwalkan mulai beroperasi pada tahun 2027. (Pinterest/@PremiumJapan)

Sistem ini dijadwalkan mulai beroperasi pada tahun fiskal 2027 sebagai pengganti program magang teknis yang selama ini berjalan.

Ini merupakan pertama kalinya pemerintah menetapkan kuota spesifik untuk sistem baru tersebut.

​Penentuan angka 1,23 juta orang ini tidak dilakukan sembarangan.

Pemerintah melaporkan bahwa kalkulasi tersebut didapat dari total kekurangan tenaga kerja nasional yang telah dikurangi.

Dengan estimasi peningkatan produktivitas melalui otomatisasi, serta jumlah tenaga kerja lokal yang masih mungkin diserap.

Transisi Keterampilan Jangka Panjang

​Fokus utama dari kebijakan ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, melainkan menciptakan keberlanjutan.

Melalui skema Ikusei Shuro, para pekerja akan dibina untuk mencapai tingkat keterampilan tertentu.

Jepang Targetkan Rekrut 1,23 Juta Tenaga Kerja Asing Hingga Tahun 2028
Pembinaan tenga kerja Jepang di sektor perkebunan. (Pinterest/@minx)

Setelah memenuhi standar, mereka akan difasilitasi untuk bertransisi ke sistem Tokutei Gino, yang memungkinkan mereka bekerja di Jepang dalam jangka waktu yang lebih lama.

​Seorang perwakilan dari Badan Layanan Imigrasi Jepang dalam rapat tersebut menegaskan pentingnya integrasi sistem ini bagi masa depan ekonomi negara.

​”Kami berencana mengembangkan para pekerja melalui sistem Ikusei Shuro hingga mereka mencapai tingkat keterampilan tertentu. Lalu memfasilitasi transisi mereka ke sistem Tokutei Gino agar dapat bekerja dalam jangka waktu yang lebih panjang di Jepang,” ujar pejabat tersebut.

Baca Juga:

Abashiri Bus Hokkaido Rekrut Pengemudi WNI, Solusi Atasi Krisis Tenaga Kerja

​Dengan kebijakan ini, Jepang berharap dapat membangun ekosistem tenaga kerja yang lebih stabil dan inklusif bagi warga asing.

Sekaligus memastikan roda ekonomi tetap berputar di tengah tantangan demografi penduduk yang menua.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *