Malanginspirasi.com – Kota Malang, Jawa Timur, tidak hanya terkenal karena udaranya yang sejuk dan warisan arsitektur kolonialnya, tetapi juga dikenal luas sebagai “Kota Pendidikan” atau “Kota Pelajar.”
Julukan ini tidak muncul begitu saja, melainkan melalui proses sejarah, kebijakan pembangunan kota, dan konsistensi Malang dalam mengembangkan sektor pendidikan selama puluhan tahun.
Akar Julukan di Masa Kolonial
Sejarah awal Malang berkaitan dengan pendidikan sebenarnya sudah dimulai jauh sebelum Indonesia merdeka.
Pada awal abad ke-20, pemerintah Hindia Belanda melihat potensi kota ini sebagai tempat pendidikan karena kondisi geografis yang sejuk dan relatif jauh dari pusat panas Batavia (Jakarta).
Pada tahun 1913, Belanda mendirikan Sekolah Tinggi Buitenzorg di Malang sebagai cabang dari lembaga pendidikan di Batavia.
Tujuannya untuk menghasilkan tenaga profesional terutama di bidang kesehatan di luar Ibukota kolonial.
Namun, “Sekolah Tinggi Buitenzorg” itu sendiri sudah tidak ada dalam bentuk aslinya karena telah berkembang dan bertransformasi. Kemudian menjadi cikal bakal berdirinya Universitas Brawijaya (UB).
Peresmian dalam Tri Bina Cita tahun 1962
Malang resmi menyandang status “Kota Pendidikan” sejak tahun 1962. Penetapan ini dilakukan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daera (DPRD) Kota Malang dalam Sidang Paripurna Gotong Royong Kotapraja Malang.
Hasil rapat terdapat tiga cita pokok yang disebut “Tri Bina Cita”, meliputi Kota Pelajar (Kota Pendidikan), Kota Pariwisata, dan Kota Industri yang dilansir dari laman resmi malang.go.id.
Baca Juga:
Tak Sekadar Tempat Wisata, Ini 5 Fakta Unik Kota Malang
Tri Bina Cita ini menjadi pedoman pembangunan dan citra kota yang ingin diwujudkan warga Malang, termasuk dalam perumusan visi misi pemerintahan kota.
Penyusunan strategi ini menunjukkan bahwa julukan tidak hanya sekadar label tanpa makna.
Tetapi hasil dari kesepakatan pemerintahan lokal untuk menjadikan pendidikan sebagai salah satu fokus utama pembangunan kota.
Banyaknya Lembaga Pendidikan
Pemilihan julukan Kota Pendidikan juga didukung oleh fakta bahwa Malang memiliki jumlah lembaga pendidikan yang sangat besar dan beragam.
Data resmi kemendikdasmen menunjukkan bahwa Malang memiliki total 87 perguruan tinggi baik negeri maupun swasta.
Sejumlah 74 perguruan tinggi berlokasi di Kota sedang 13 lainnya berlokasi di Kabupaten.

Termasuk universitas tertua, yaitu Universitas Negeri Malang serta universitas ternama lainnya. Seperti Universitas Brawijaya, Universitas Muhammadiyah Malang, UIN Malik Ibrahim, dan banyak lagi.
Serta total sekolah mencapai 4.846 baik negeri maupun swasta. Dengan jumlah 1.262 sekolah berlokasi di Kota dan 3.584 berlokasi di Kabupaten. Mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini, Sekolah Dasar, hingga Sekolah Luar Biasa.
Jumlah mahasiswa di Malang juga sangat tinggi, dengan puluhan ribu mahasiswa dari seluruh penjuru Indonesia datang untuk belajar setiap tahun.
Hal ini semakin memperkuat citra Malang sebagai pusat pendidikan penting di Indonesia bagian timur.
Jadi, julukan “Kota Pendidikan” untuk Malang bukan sekadar istilah sosial.
Tetapi ditetapkan secara resmi sejak 1962 sebagai bagian dari cita-cita pembangunan kota. Lalu diperkuat oleh sejarah pendidikan sejak masa kolonial hingga kini.
Dengan lebih dari puluhan perguruan tinggi, sekolah menengah unggulan, serta lingkungan akademik yang hidup, julukan ini tetap relevan hingga hari ini.








