Malanginspirasi.com – Aktor Korea Selatan Jung Eun-woo, yang dikenal luas melalui peran-perannya dalam drama televisi populer seperti ‘My Only One’, dan ‘Welcome to Waikiki 2’, meninggal dunia secara mendadak pada Rabu (11/2/2026). Ia meninggal di usia 39 tahun.
Penyebab kematian belum diungkap secara resmi atas permintaan keluarga. Namun spekulasi menyebut kemungkinan penyakit kronis seperti masalah pembuluh darah atau stroke, yang dikenal sebagai “Guanwasa” dalam istilah medis Korea.
Jenazahnya disemayamkan di Ruang Khusus 2 Rumah Sakit New Goryeo, dengan pemakaman dijadwalkan pada 13 Februari di Krematorium Byeokje.
Kematiannya mengejutkan industri hiburan Korea dan penggemar internasional. Menambah daftar panjang kehilangan talenta muda di tengah isu kesehatan mental dan tekanan kerja yang tinggi.
Jung Eun-woo, yang nama aslinya Jung Dong-jin, lahir pada 10 April 1986 di Incheon, Korea Selatan.
Ia memulai perjalanan karirnya di dunia akting setelah lulus dari Jurusan Teater dan Film Universitas Dongguk, sebuah institusi bergengsi yang juga melahirkan banyak bintang K-drama. Debutnya terjadi pada 2006 melalui drama KBS2 ‘Sharp 3’ (juga dikenal sebagai ‘Roundup 3’), di mana ia berperan sebagai aktor pendukung yang mulai menarik perhatian penonton dengan akting natural dan karisma sederhananya.
Meski awalnya memainkan peran-peran kecil, dedikasinya membuahkan hasil ketika ia tampil dalam drama MBC ‘Hit’ pada 2007. Drakor ini menjadi batu loncatan untuk proyek-proyek lebih besar.
Rising Star
Puncak awal karirnya datang pada 2010-2011. Ketika itu ia membintangi KBS2 ‘Smile’, ‘Donghae’ dan SBS ‘Bride of the Sun’ sebagai pemeran utama.
Peran dalam ‘Bride of the Sun’ membawanya meraih penghargaan New Star Award di SBS Drama Awards 2012. Mengukuhkannya sebagai aktor rising star dalam genre drama keluarga dan romansa.
Sejak itu, Jung Eun-woo terus berkembang dengan peran yang lebih kompleks, seperti dalam SBS ‘Five Fingers’ (2012), di mana ia mengeksplorasi tema persaingan dan ambisi. Serta ‘One Well-Raised Daughter’ (2013-2014) yang menyoroti dinamika keluarga modern Korea.
Pada pertengahan 2010-an, ia semakin dikenal melalui drama SBS ‘The Return of Hwang Geum-bok’ (2015), yang menggabungkan elemen misteri dan balas dendam. Kemudian peran pendukung dalam KBS2 ‘My Only One’ (2018-2019) sebagai Wang Yi-ryuk, adik dari karakter utama yang diperankan Lee Jang-woo.
Variasi karirnya terlihat dalam genre komedi melalui JTBC ‘Welcome to Waikiki 2’ (2019). Di drama itu ia memerankan karakter humoris yang kontras dengan image dramatis sebelumnya.
Rambah Layar Lebar
Selain televisi, Jung Eun-woo juga aktif di layar lebar dengan film seperti ‘Bad Guys’, ‘Bad Girls’, ‘Miss Change’, dan Serial Wives, yang menunjukkan kemampuannya beradaptasi di berbagai medium.
Karirnya mencerminkan evolusi dari aktor pendukung menjadi figur yang dihormati, dengan total lebih dari 20 proyek yang menyoroti tema-tema seperti keluarga, cinta, dan perjuangan pribadi. Tema-tema ini sering menjadi inti K-drama.
Dari perspektif lebih luas, perjalanan karir Jung Eun-woo tidak lepas dari tantangan industri hiburan Korea, di mana jadwal syuting yang padat dan ekspektasi publik sering memicu isu kesehatan.
Postingan terakhirnya di Instagram, diposting sehari sebelum kematiannya, berisi tribut kepada selebriti yang telah meninggal. Kini diinterpretasikan sebagai pesan mendalam yang memicu spekulasi tentang kondisi mental atau fisiknya.
Reaksi publik meledak di media sosial, termasuk X (sebelumnya Twitter), dengan ribuan posting belasungkawa.
Sementara media internasional seperti Koreaboo juga melaporkan berita ini. Memantik respon dari komunitas K-drama global, termasuk di Indonesia di mana serialnya populer.
Kehidupan pribadinya relatif tertutup, meskipun diketahui pernah menjalin hubungan dengan aktris Park Han-byul.
Ia dikenal sebagai sosok rendah hati, sering berbagi momen sehari-hari via Instagram, yang kini menjadi kenangan bagi penggemar.
Kematiannya di usia muda menimbulkan pertanyaan tentang sistem pendukung di industri hiburan Korea. Kasus-kasus serupa seperti kematian aktor-aktor lain sering dikaitkan dengan overwork dan stigma kesehatan mental.
Para ahli menyarankan reformasi, seperti pemeriksaan rutin dan kebijakan cuti, untuk mencegah tragedi serupa.
Namun, di tengah duka, warisannya tetap hidup melalui karya-karyanya yang telah menghibur jutaan penonton, mengingatkan pada dampak abadi seni akting dalam budaya pop Korea.







