Malanginspirasi.com – Media Tiongkok, Xinhua, menyoroti tren Cheongsam untuk busana muslimah yang sedang digemari Gen Z saat Lebaran 2026.
Bahkan media raksasa ini juga menyoroti bagaimana Pasar Tanah Abang Jakarta juga menjual ratusan busana untuk merayakan Lebaran dalam seminggu terakhir.
Berbelanja pakaian baru menjelang Hari Raya Idul Fitri memang tradisi turun temurun di Indonesia.
Tapi kali ini unik, karena gamis jenis ini terinspirasi cheongsam, yang mudah dikenali dari kancing simpul dan belahan sampingnya yang khas.
Busana muslimah ini juga ditawarkan seharga cukup terjangkau yakni diatas Rp200.000 untuk satu set gamis.
Bahkan para pedagang bisa menjual sekitar 30 potong per hari, dan bahkan lebih banyak lagi di akhir pekan.
Menurut mereka, sebagian besar pembeli adalah remaja dan dewasa muda yang aktif di media sosial.
Para pembeli langsung menanyakan gamis ala cheongsam yang viral atau menunjukkan foto dan video referensi yang mereka temukan secara online.
Media sosial telah menjadi pendorong utama di balik popularitas pakaian ala Tiongkok di Indonesia selama beberapa bulan terakhir.
Baca Juga:
5 Rekomendasi Belanja Lebaran Fashion Gen Z Dengan Budget Pas-Pasan
Fenomena ini berawal dari tren jaket bergaya cheongsam yang diperkenalkan oleh merek pakaian olahraga terkenal.
Sejak itu, cheongsam berkembang menjadi tren busana muslimah untuk Lebaran tahun 2026 ini.
Di TikTok, tagar ‘tunik cheongsam’ telah menarik ratusan unggahan.
Tunik adalah jenis atasan wanita longgar yang panjangnya dari paha hingga lutut. Sebuah video yang diunggah oleh pemilik toko pakaian @levioraofficial menampilkan tunik bergaya cheongsam.
Video ini dilihat lebih dari empat juta kali dan menerima hampir 100.000 suka.
Tren Cheongsam Diprediksi Bertahan Lama
Tren cheongsam juga diprediksi akan bertahan lama karena modelnya cukup serbaguna untuk dikenakan tidak hanya selama liburan tetapi juga sebagai pakaian kerja sehari-hari.
Meskipun terinspirasi oleh cheongsam Tiongkok, sebagian besar busana gamis ini telah mengalami beberapa adaptasi.
Dari segi warna, sebagian besar berwarna pastel, tidak seperti cheongsam tradisional yang biasanya lebih cerah.
Selain itu, sementara cheongsam tradisional biasanya berupa gaun terusan, busana Idul Fitri ini dirancang sebagai atasan bergaya tunik yang dipadukan dengan rok atau celana panjang.
Sehingga sangat pas untuk wanita yang mengenakan hijab.
Jauh sebelum tren cheongsam, busana pria Muslim atau baju koko juga dipengaruhi pakaian tradisional Tiongkok.
Terlihat pada kerah tegak dan desain kancing depan yang khas Tiongkok meski ada beberapa modifikasi.







