Malanginspirasi.com – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Indonesia Airlangga Hartarto menyampaikan pemerintah dan Pertamina ini sudah memutuskan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi tidak naik hingga akhir tahun.
Pada konferensi pers yang berlangsung pada Senin (6/4/2026), Airlangga menyampaikan bahwa hal ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia (RI) terkait harga BBM bersubsidi dan kebijakan terkait dengan kenaikan harga aftur global terhadap industri penerbangan nasional.
“Guna menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli seperti yang sudah diumumkan pada tanggal 31 Maret yang lalu, selama harga minyak tidak lebih dari 97 secara rata-rata, maka harga BBM bersubsidi yaitu Pertalite dan Solar bisa kita pertahankan sampai bulan Desember tahun ini,” lanjutnya.
Harga Avtur Pengaruhi Tiket Penerbangan
Airlangga juga menjelaskan tentang harga avtur ini di berbagai negara sudah naik seperti di Thailand di angka 29.518, Filipina 25.326 6.
Ia mengatakan avtur ini merupakan BBM non subsidi dimana per hari ini harga avtur di Bandara Soekarno Hatta sudah sekitar 23.000.
“Ini tentu mempengaruhi struktur biaya operasional maskapai nasional di mana harga avtur itu berkontribusi terhadap 40 persen dari biaya operasional pesawat,” imbuhnya.
Dan oleh karena itu, katanya, pemerintah menyiapkan langkah mitigasi strategis agar harga tiket tetap terjangkau. Jadi yang kita jaga adalah harga tiketnya,” lanjutnya.
Airlangga melanjutkan untuk menjaga kenaikan harga tiket domestik agar tetap terjangkau oleh masyarakat, maka pemerintah menjaga kenaikan harga tiket hanya di kisaran 9 sampai 13 persen
Dia katakan PPN ditanggung pemerintah itu 11 persen untuk tiket angkutan udara niaga berjadwal di dalam negeri kelas ekonomi.
“Nah, dengan perhitungan tersebut jumlah subsidi pemerintah itu sekitar Rp1,3 triliun per bulannya. Jadi kalau kita persiapkan untuk 2 bulan, maka ini 2,6 triliun agar harga tiket naiknya maksimum di 9 sampai 13 persen,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi juga menyampaikan terima kasih kepada Kemenko Perekonomian dan Kementerian keuangan karena menghapus bea masuk untuk suku cadang pesawat.
“Diharapkan pengurangan atau penghapusan biaya masuk suku cadang pesawat maka akan mengurangi beban biaya operasional dari maskapai penerbangan nasional kita,” kata Dudy.
Menkeu Sebut Cadangan Keuangan Cukup
Pada kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga mengatakan bahwa subsidi BBM akan terus diadakan sampai dengan akhir tahun.
“Jadi waktu kita exercise, saya sudah exercise dengan harga minyak dunia rata-rata 100 dolar berrel sampai akhir tahun dengan dan dengan exercise yang lain, pemotongan di sana sini, pengematan di sana sini, kita bisa pastikan defisitnya masih di sekitar 2.9 persen. Jadi ingin menegaskan lagi bahwa harga BBM bersubsidi tidak akan naik sampai akhir tahun dan anggaran saya cukup,” katanya.
Purbaya juga mengatakan bahwa banyak pihak mempertanyakan semisal harga minyak lebih tinggi lagi dan tidak terkendali.
“Selama suplennya ada, kita masih punya bantalan uang sebesar Rp420 triliun yang sekarang dalam bentuk sisa anggaran lebih. Kalau kepepet itu masih bisa dipakai. Masyarakat tidak usah khawatir, tidak usah spekulasi bahwa saya kehabisan uang gini-gini uangnya banyak nih,” pungkasnya.







