Bukan Standar Sosmed, Ini Cara Islami Membangun Rumah Tangga yang Harmonis

Malanginspirasi.com – Media sosial kini dipenuhi konten rumah tangga yang menampilkan suami atau istri memperlakukan pasangannya dengan sangat manis.

Meski tampak menghibur, tidak sedikit pasangan yang justru merasa terbanding-bandingkan dengan kehidupan rumah tangga orang lain.

Sehingga hal tersebut bisa menimbulkan rasa jenuh dan tidak puas. Terutama bila satu pihak mulai merasa pasangannya tidak seperti yang ditampilkan di media sosial.

Di sisi lain, banyak juga berita viral di sosmed tentang perselingkuhan dan kekerasan dalam rumah tangga. Sehingga membuat banyak anak muda takut untuk menikah.

Dilansir dari Instagram @nuonline_id, dalam Islam kehidupan pernikahan adalah ikatan suci dan kuat. Sehingga umat muslim tidak boleh membandingkan rumah tangga sendiri dengan orang lain.

Karena setiap pasangan pasti memiliki kekurangan dan kelebihan yang unik. Dimana hubungan justru akan lebih harmonis ketika suami-istri saling memahami, bukan saling menuntut seperti pasangan lain.

Oleh karenanya, sebelum menikah dibangun melalui proses perkenalan dan komitmen. Sehingga tidak semestinya hubungan yang telah dijaga justru dirusak dengan perbandingan yang tidak perlu.

6 Tips Menjadi Pasangan yang Harmonis dalam Islam

Pertama, suami dan istri perlu saling menunaikan hak dan kewajiban dengan ikhlas. Islam mengajarkan bahwa setiap amanah rumah tangga akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah.

Mengabaikan tanggung jawab hanya akan melemahkan pondasi kebersamaan.

Kedua, fokus pada kebaikan pasangan. Allah berfirman dalam QS An-Nisa: 19, “Pergaulilah mereka dengan cara yang patut.”

Menurut Imam At-Thabari, ayat ini memerintahkan pasangan suami-istri untuk saling memperlakukan dengan sebaik-baiknya.

Melihat sisi baik pasangan dan saling membantu dalam ketaatan kepada Allah akan membuat hubungan lebih tenang dan penuh keberkahan.

Ketiga, hargai usaha pasangan. Ucapan sederhana seperti “tolong, maaf, dan terima kasih” dapat menjadi sumber kebahagiaan yang besar.

Rasulullah SAW bersabda, “Sebaik-baiknya kalian adalah yang berbuat baik kepada keluarganya.” (HR Tirmidzi).

Mengapresiasi pasangan adalah bentuk kasih sayang yang mudah dilakukan tapi berdampak besar pada keharmonisan.

Baca Juga:

Cara Menghadapi Pasangan yang Tak Peka dan Susah Mengekspresikan Perasaan

Keempat, hindari membandingkan pasangan. Setiap rumah tangga memiliki dinamika masing-masing.

Membandingkan pasangan dengan suami atau istri orang lain hanya akan membuat hati gelisah. Islam menganjurkan untuk mensyukuri pasangan yang Allah titipkan agar cinta tetap terjaga.

Kelima, latih kesabaran. Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa akhlak baik tidak hanya sekadar tidak menyakiti, tetapi juga mampu menahan diri, berlapang dada, dan bersikap lembut saat pasangan marah.

Inilah teladan akhlak Rasulullah SAW dalam memperlakukan keluarganya, yaitu dengan penuh kesabaran dan kelembutan.

Keenam, saling mendoakan. Doa adalah kekuatan seorang muslim. Mintalah kepada Allah agar pasangan menjadi pribadi yang lebih baik bagi diri, keluarga, dan keturunan.

Sebagaimana doa dalam QS Al-Furqan ayat 74:

“Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan dan keturunan sebagai penyejuk mata, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang bertakwa.”

Menjadi pasangan harmonis bukan tentang meniru apa yang terlihat di media sosial, melainkan bagaimana suami dan istri saling memahami, saling menghargai, dan bersama-sama mendekatkan diri kepada Allah.

Keharmonisan hadir dari usaha bersama, bukan dari perbandingan dengan kehidupan orang lain.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *