Malanginspirasi.com – Dalam ajaran Islam, keluarga dipandang sebagai pondasi utama dalam membentuk generasi yang berakhlak dan beriman.
Oleh karena itu, cara orang tua memperlakukan anak-anaknya memiliki dampak besar terhadap keharmonisan rumah tangga.
Salah satu prinsip penting yang ditekankan dalam agama adalah kewajiban untuk bersikap adil dan larangan pilih kasih kepada seluruh anak.
Sikap adil ini tidak hanya menyangkut pembagian materi, tetapi juga perhatian, kasih sayang, dan penghargaan atas setiap kebutuhan anak.
Namun sayangnya, sebagian orang tua masih tanpa sadar memperlihatkan perlakuan yang berbeda kepada anak-anaknya.
Misalnya memprioritaskan anak tertentu yang dianggap lebih berprestasi, lebih patuh, atau lebih dekat secara emosional.
Padahal, menurut Islam, sikap pilih kasih seperti ini dapat menimbulkan rasa cemburu, luka batin, hingga perselisihan antar saudara.
Karena itu, penting bagi setiap orang tua untuk memahami bagaimana syariat memandang keadilan dalam memperlakukan anak.
Keadilan Orang Tua dalam Pandangan Islam
Dilansir dari Instagram @nuonline_id, Rasulullah SAW telah memerintahkan para orang tua untuk bersikap adil kepada seluruh anak.
Dalam hadis riwayat Imam Bukhari Rasulullah bersabda:
فَاتَّقُوا اللَّهَ، وَاعْدِلُوا بَيْنَ أَوْلَادِكُمْ
Artinya: “Bertakwalah kepada Allah dan bersikap adillah terhadap anak-anakmu.” (HR. Bukhari)
Hadis ini menjadi dasar kuat bagi para ulama dalam menjelaskan larangan bersikap pilih kasih.
Syekh Zainuddin Al-Malibari melalui kitab Fathul Mu’in menjelaskan bahwa orang tua dimakruhkan untuk memberikan sesuatu secara khusus kepada salah satu anak atau cucu.
Terutama ketika anak-anak lain masih ada.
Dalam riwayat tersebut disebutkan:
وَيُكْرَهُ لِأَصْلٍ تَفْضِيْلٌ فِيْ عَطِيَةِ فُرُوْعٍ وَإِنْ سَفَلُوْا وَلَوِ اْلأَحْفَادَ مَعَ وُجُوْدِ اْلأَوْلاَد
Artinya: “Orang tua dimakruhkan bersikap pilih kasih dalam pemberian terhadap anak, meskipun kepada cucu padahal anak-anaknya masih ada.”
Penjelasan ini menunjukkan bahwa Islam sangat menjaga hubungan kekeluargaan agar tetap rukun dan harmonis.
Baca Juga:
7 Hal yang Harus Orang Tua Ajarkan Ketika Anak Tersesat, Bunda Wajib Tahu!
Jika orang tua lebih condong kepada satu anak, hal itu bisa merusak hubungan anak-anak dan memicu konflik yang berlanjut hingga dewasa.
Larangan bersikap pilih kasih tidak dibuat tanpa alasan. Pilih kasih dapat menimbulkan rasa rendah diri pada anak yang kurang diperhatikan.
Sementara anak yang diistimewakan bisa tumbuh menjadi pribadi yang egois.
Dalam jangka panjang, hal ini dapat meretakkan hubungan saudara dan bahkan mempengaruhi kesehatan mental anak.







