Malanginspirasi.com – Sebagian orang pernah berada pada titik terendah dalam hidupnya. Kondisi ini bisa dipicu oleh banyak hal, seperti persoalan karier, rezeki, jodoh, atau masalah kehidupan lainnya.
Saat beban terasa begitu berat, hati mulai kehilangan arah dan jiwa membutuhkan ruang untuk pulih.
Pada momen seperti ini, banyak orang mulai mencari cara untuk kembali tenang dan berdamai dengan diri sendiri. Salah satu istilah yang sering digunakan adalah self healing.
Dalam bahasa Inggris, kata healing berarti penyembuhan atau pengobatan. Self healing kemudian dipahami sebagai proses penyembuhan diri secara mandiri.
Shalat Tahajud sebagai Cara Self Healing
Banyak cara yang bisa ditempuh untuk memulihkan diri, salah satunya melalui shalat Tahajud yang dilakukan pada sepertiga malam.
Dalam kesunyian malam, seseorang dapat berbicara langsung kepada Allah, menumpahkan segala keluh kesah, hingga air mata yang jatuh menjadi bagian dari proses penyembuhan.
Pada saat itu, hati perlahan menemukan ketenangan baru.
Allah berfirman dalam QS Al-Isra’ ayat 79:
“Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.”
Dilansir dari Instagram @nuonline_id, ayat ini menegaskan betapa mulianya kedudukan Tahajud. Bukan hanya sebagai ibadah tambahan, tetapi juga sebagai jalan mendekat kepada Allah.
Shalat Tahajud menghadirkan suasana batin yang berbeda dalam menghadapi luka batin, kecemasan, kurang percaya diri, hingga kesedihan yang tak kunjung mereda.
Momen tersebut menjadi ruang bagi jiwa untuk kembali kuat. Tahajud menjadi salah satu cara self healing yang ampuh karena menghadirkan rasa dekat dengan Allah.
Dalam hadis yang diriwayatkan Imam at-Tirmidzi disebutkan:
“Hendaklah kalian melakukan shalat malam atau qiyamullail karena hal itu adalah kebiasaan orang-orang shaleh sebelum kalian. Pendekatan (seorang hamba) kepada Allah, pencegah dari perbuatan dosa, pelebur kesalahan, dan penolak sakit dari jasad.”
Makna Spiritual, Ketenangan Fisik, dan Emosional
Hadis ini menunjukkan bahwa shalat malam bukan hanya membawa manfaat spiritual, tetapi juga memberikan ketenangan fisik dan emosional.
Shalat Tahajud juga membantu seseorang menghadapi berbagai beban seperti kegagalan, kecemasan yang terus-menerus, hati yang terasa penuh beban, dan perasaan tidak percaya diri.
Ketika seseorang bangun di sepertiga malam, suasana hening membuatnya lebih jujur dalam mengakui luka dan lebih leluasa memohon pertolongan kepada Allah.
Self healing melalui Tahajud juga menjadi bentuk refleksi diri. Ketika seorang hamba mengadu kepada Allah, ia seakan menyadari bahwa setiap ujian memiliki makna.
Kesedihan yang dirasakan bukan untuk menjatuhkan, tetapi menjadi jalan untuk mendekat dan kembali bergantung sepenuhnya kepada Tuhan.
Disiplin dalam menjalankan Tahajud secara berkelanjutan dapat memberikan dampak yang signifikan bagi keadaan batin seseorang.
Baca Juga:
Healing Tanpa Traveling? Begini Cara Sederhana Pulih secara Emosional dari Rumah
Rasa damai, keyakinan yang tumbuh kembali, dan pemahaman bahwa segala sesuatu berada dalam kendali Allah akan membuat hati lebih tenang.
Dengan demikian, Tahajud menjadi kombinasi antara penyembuhan spiritual dan penenang jiwa.
Shalat ini memberikan ruang bagi seseorang untuk menghadapi dirinya, mengakui kelemahan, sekaligus memohon kekuatan baru. Di situlah letak keajaiban Tahajud sebagai self healing.
Pada akhirnya, setiap luka dan beban hidup akan terasa lebih ringan ketika kita kembali kepada Allah.
Melalui shalat Tahajud, hati dapat pulih, pikiran menjadi lebih jernih, dan jiwa merasakan ketenangan yang sesungguhnya.
Semoga setiap langkah kita menuju sepertiga malam menjadi pintu kebaikan dan kesembuhan. Aamiin.







