Malanginspirasi.com – Dalam Islam, setiap kebaikan sekecil apa pun tidak pernah dianggap remeh. Bahkan hal sederhana seperti menampakkan wajah ceria kepada sesama bisa bernilai besar di sisi Allah SWT. Salah satu amalan yang tampak ringan namun memiliki keutamaan besar adalah Salat Sunah Wudhu.
Ibadah ini dilakukan setelah seseorang selesai berwudhu, baik untuk menghilangkan hadas maupun sekadar memperbarui wudhu.
Namun sayangnya, karena terlihat sebagai amalan sederhana, salat ini justru sering terlupakan atau diabaikan.
Salat Sunah Wudhu merupakan bentuk penyempurna dari ibadah bersuci.
Setelah anggota tubuh dibasuh dan disucikan, seorang muslim dianjurkan untuk mengiringinya dengan salat sebagai wujud syukur dan penghambaan kepada Allah SWT.
Amalan ini mirip dengan Salat Tahiyatul Masjid yang dikerjakan saat memasuki masjid.
Keutamaan Jalankan Salat Sunah Wudhu
Keutamaannya ditegaskan dalam hadis Rasulullah ﷺ.
Dalam riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ tidak pernah meninggalkan salat setiap kali beliau bersuci.
Baik di waktu siang maupun malam, sesuai kemampuan yang ditakdirkan baginya.
مَا عَمِلْتُ عَمَلًا أَرْجَى عِنْدِي مِنْ أَنِّي لَمْ أَتَطَهَّرْ فِي سَاعَةٍ مِنْ لَيْلٍ أَوْ نَهَارٍ إِلَّا صَلَّيْتُ بِذَلِكَ الطُّهُورِ مَا كُتِبَ لِي أَنْ أُصَلِّيَ
Artinya, “Aku tidak melakukan suatu amal yang lebih aku harapkan pahalanya di sisiku daripada amalku di mana aku tidak bersuci di waktu malam atau siang kecuali aku salat dengan kesucian tersebut dengan salat yang telah aku sanggupi untuk melakukannya.” (HR al-Bukhari dan Muslim).
Hadis ini menunjukkan betapa besar harapan pahala dari salat yang dilakukan setelah wudhu.
Tidak ada batasan waktu tertentu untuk melaksanakannya sehingga ibadah sunah ini bisa dilakukan kapan saja.
Jumlah rakaatnya minimal dua rakaat. Pelaksanaannya sama seperti salat sunah pada umumnya.
Tata Cara Salat Sunah Wudhu
Berikut tata caranya:
Dimulai dengan niat, takbiratul ihram, membaca Al-Fatihah dan surah pendek, lalu dilanjutkan dengan rukuk, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan berdiri untuk rakaat kedua hingga tasyahud akhir dan salam.
Baca Juga:
Wudhu Tanpa Berkumur, Sah atau Harus Diulang?
Niat Salat Sunah Wudhu dilakukan di dalam hati, dengan lafaz:
“Ushallī sunnatal wudū’i rak‘ataini lillāhi ta‘ālā”
Artinya: Aku berniat Salat Sunah Wudhu dua rakaat karena Allah Ta’ala.
Sebagai penutup, Salat Sunah Wudhu adalah amalan ringan yang bisa menjaga kesucian lahir, tetapi juga menguatkan hubungan batin dengan Sang Pencipta.
Meski sederhana, amalan ini patut dijaga agar setiap wudhu menjadi lebih bermakna dan bernilai ibadah.







