Hukum Menyakiti Hati Orang yang Belum Menikah Menurut Ustadz Abdul Somad

Malanginspirasi.com – Hukum bertanya “kapan nikah” kerap dianggap sepele dalam pergaulan sehari-hari. Namun tanpa disadari, pertanyaan tersebut justru dapat melukai perasaan orang lain, terlebih bagi mereka yang memiliki pengalaman pahit atau tengah menjalani ujian panjang dalam urusan rumah tangga.

Dalam pandangan Islam, menjaga lisan dan perasaan sesama merupakan bagian penting dari akhlak.

Ustadz Abdul Somad menegaskan bahwa ucapan yang terlihat sederhana bisa menjadi sebab dosa jika menyinggung dan menyakiti hati orang lain.

Menyakiti Hati dengan Pertanyaan Pernikahan

Ustadz Abdul Somad mengungkapkan bahwa dirinya tidak pernah menanyakan pertanyaan seperti “kapan nikah?” atau “kapan punya anak?” kepada siapa pun.

Alasannya, karena pertanyaan tersebut dapat melukai perasaan seseorang.

Beliau menjelaskan bahwa pengalaman pribadi menjadi pelajaran berharga.Ustadz Abdul Somad pernah merasakan bagaimana lamanya menikah dan belum dikaruniai anak.

Sehingga pertanyaan-pertanyaan semacam itu terasa sangat menyinggung. Hal ini menunjukkan bahwa setiap orang memiliki ujian hidup yang tidak selalu terlihat oleh orang lain.

Menurut Ustadz Abdul Somad, jodoh dan anak? sejatinya serupa dengan menanyakan sesuatu yang berada di luar kuasa manusia.

Ia bahkan menyamakan pertanyaan tersebut seperti menanyakan ajal seseorang.

“Orang yang nanya ‘Kapan nikah? Kapan punya anak?’ itu sama (dengan) nanya ‘Kapan kau mati?’ Karena langkah, rizqi, pertemuan maut di tangan Allah SWT,” jelasnya, seperti dikutip dari unggahan kanal YouTube Andi Aras Halim pada (3/08/2018)

Lebih lanjut, Ustadz Abdul Somad memberikan nasihat agar peduli pada teman yang belum menikah.

Caranya dengan tidak pertanyaan berulang-ulang bertanya tentang jodoh pada orang tersebut.

Jika benar-benar risau, maka bentuk kepedulian tersebut seharusnya diwujudkan dengan bantuan nyata, bukan sekadar ucapan yang berpotensi menyakitkan.

“Kalau kita risau dengan kawan kita tak nikah, kita tolong dia supaya nikah. Bukan ditanya tiap hari,” ujar Ustadz Abdul Somad.

Baca Juga:

Quarter Life Crisis dan Tekanan Pernikahan, Ini Cara Mengatasinya dalam Pandangan Islam

Ia juga menyarankan agar jika ingin bertanya alasan seseorang belum menikah, lakukanlah secara empat mata dan tidak di depan umum, agar tidak mempermalukan yang bersangkutan.

Bantuan yang dimaksud bisa beragam, mulai dari membantu mencarikan jodoh, memberikan dukungan finansial, atau sekadar menjadi pendengar yang baik.

Dengan cara ini, kepedulian menjadi lebih bermakna dan tidak melukai perasaan orang lain.

Ustadz Abdul Somad juga mengingatkan bahwa menjaga lisan memiliki dampak besar terhadap amal seseorang.

Ia menegaskan bahwa ibadah seperti sholat, puasa, zakat, dan haji bisa hilang nilainya jika seseorang gemar menyakiti hati orang lain melalui perkataannya.

“Laa tubthiluu shodaqootikum bil manni wal adzaa, jangan kau batalkan perbuatan baikmu dengan kata-kata yang kasar, menyinggung perasaan orang,” pesan Ustadz Abdul Somad, seperti dikutip dari tayangan kanal YouTube HAFIZ QURAN NET pada 31/05/2020.

Dari penjelasan tersebut, dapat dipahami bahwa hukum menyakiti perasaan orang yang belum menikah, meskipun hanya lewat pertanyaan, adalah perbuatan yang tercela dalam Islam.

Menjaga ucapan dan empati terhadap kondisi orang lain menjadi bagian dari akhlak mulia yang harus terus dilatih dalam kehidupan sehari-hari.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *