Sejarah Permen Karet Selama 10.000 Tahun

Malanginspirasi.com – Permen karet mungkin terdengar seperti produk modern, tetapi sejarah yang mengiringinya ternyata telah berlangsung lebih dari 10.000 tahun.

Manusia purba sudah mengunyah zat mirip permen karet jauh sebelum kita mengenal rasa mint atau gelembung warna-warni.

Zat yang mereka kunyah berasal dari getah pohon atau resin alami, yang digunakan bukan hanya untuk kesenangan. Tapi juga untuk alasan kesehatan dan spiritual.

Penemuan arkeologis di Skandinavia menunjukkan manusia zaman batu mengunyah birch bark tar—sejenis resin dari pohon birch—yang mengandung sifat antiseptik dan bisa membantu mengatasi sakit gigi.

Selain itu, para arkeolog juga menduga kunyahan ini bisa membantu mengurangi stres atau sebagai alat bantu komunikasi karena bekas gigitan manusia ditemukan pada resin-resin tersebut.

Bangsa Maya dan Aztec juga memiliki tradisi mengunyah zat alami yang menyerupai permen karet. Mereka menggunakan chicle, yaitu getah dari pohon sapodilla.

Chicle digunakan sebagai penyegar napas dan alat kebersihan mulut. Namun, hanya kalangan tertentu yang diizinkan mengunyahnya di depan umum; misalnya, wanita dan anak-anak. Sementara pria dewasa biasanya mengunyah secara sembunyi-sembunyi agar tetap dianggap sopan.

Barulah pada akhir abad ke-19, permen karet modern mulai berkembang di Amerika Serikat.

Thomas Adams adalah sosok penting dalam sejarah permen karet ini. Ia mencoba menggunakan chicle untuk membuat ban, namun gagal.

Sebagai gantinya, ia menciptakan permen karet pertama yang dipasarkan secara luas.

Pada 1871, Adams menerima paten untuk mesin pembuat permen karet dan menjual produk pertamanya dengan nama Adams New York Chewing Gum.

Penambahan Aneka Rasa

Popularitas permen karet semakin meledak di abad ke-20, terutama saat ditambahkan rasa seperti mint dan buah.

Muncullah merek-merek besar seperti Wrigley’s yang mendominasi pasar global. Permen karet bahkan menjadi bagian dari perlengkapan militer selama Perang Dunia II, karena dipercaya membantu para tentara tetap fokus dan mengurangi stres.

Kini, permen karet hadir dalam berbagai bentuk dan rasa, dari yang bebas gula hingga yang mengandung kafein.

Namun, siapa sangka bahwa kebiasaan sederhana ini ternyata sudah menjadi bagian dari peradaban manusia selama ribuan tahun? Dari resin pohon hingga permen rasa stroberi, permen karet telah menempuh perjalanan panjang yang mencerminkan evolusi budaya manusia itu sendiri.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *