Berkah Ramadan, Cempaka Cookies Banjir Pesanan

Pertahankan Rasa Autentik Tanpa Pengawet dengan Harga Terjangkau, Jadi Favorit Instansi Pemerintah hingga Rumah Sakit

Malanginspirasi.com – Memasuki bulan suci Ramadan, industri kue kering rumahan di Kota Malang kembali menunjukkan geliat positif. Salah satu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang merasakan berkah Ramadan tahun ini Cempaka Cookies. Produk lokal ini berhasil mempertahankan cita rasa tradisional di tengah gempuran kue kering pabrikan yang menggunakan teknologi modern dan bahan pengawet.

Usaha yang dikelola pasangan suami-istri Djoko Winahyu dan Endang Susilowati ini mulai dibanjiri pelanggan sejak awal Februari.

Dirintis pada 2008 di Kota Malang, Cempaka Cookies konsisten menggunakan resep turun-temurun untuk menjaga kualitas dan kepercayaan konsumen selama 17 tahun terakhir.

Pemilik sekaligus pengelola Cempaka Cookies, Endang Susilowati, mengaku tetap optimistis meski persaingan di sektor kue kering semakin ketat.

Menurutnya, loyalitas pasar menjadi kunci utama.

“Kunci kelezatan kami ada pada resep nenek yang tetap dipertahankan. Bahan yang kami gunakan sangat selektif dan tanpa pengawet. Namun tetap mampu bertahan lama hingga momen Lebaran tiba,” ujar Endang saat dijumpai di kediamannya di kawasan Sukun, Kota Malang.

Salah satu produk Cempaka Cookies yang diminati konsumen. (Ist/Dok Pri)

Cempaka Cookies menyediakan berbagai varian klasik yang selalu dicari saat Idulfitri. Di antaranya adalah kastengel, nastar, putri salju, kue kacang, lidah kucing, palm cheese, dan choco chip. Semua diproduksi secara manual di skala rumahan untuk menjamin tekstur dan rasa yang autentik.

Baca Juga: 

UMKM Frutassence Malang Hadirkan Inovasi Jus Buah Sehat Tanpa Gula dan Air, Siap Tembus Pasar Luar Kota

Kue Kering De Chilie Hadirkan Cita Rasa Premium Menjelang Lebaran

Harga produk dipatok cukup terjangkau, yakni Rp35.000 hingga Rp60.000 per toples ukuran 500 mililiter. Dengan banderol tersebut, Cempaka Cookies mampu bersaing tidak hanya dengan pelaku UMKM lain, melainkan juga dengan produk supermarket dan toko modern.

Keunggulan rasa produk ini ternyata tidak hanya menarik konsumen perorangan. Sejumlah instansi pemerintah, pejabat daerah, hingga rumah sakit di Malang Raya tercatat menjadi pembeli tetap (corporate buyer) untuk keperluan hampers Lebaran.

Packing pesanan untuk hampers Lebaran. (Ist/Dok Pri)

Endang mengakui, lonjakan permintaan setiap Ramadan mampu menghasilkan omzet hingga puluhan juta rupiah. Meski demikian, ia memilih tidak menambah kapasitas produksi secara besar-besaran.

“Kami ingin memastikan setiap toples yang sampai ke tangan pelanggan memiliki rasa yang sama seperti saat pertama kali kami memulai usaha ini,” pungkasnya.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *