Malanginspirasi.com – Kelezatan Onigiri, nasi bentuk segitiga khas Jepang yang sederhana namun sangat enak, ternyata punya catatan sejarah panjang.
Makanan ini berakar dari periode Yayoi yakni sekitar abad ke-3 SM hingga ke-3 M.
Bukti arkeologi menemukan gumpalan nasi karbonisasi berbentuk segitiga di reruntuhan Sugitani Chanobatake, Ishikawa.
Temuan itu diprediksi sebagai ransum portabel atau persembahan ritual.
Dikutip dari Nippon.com, referensi tertulis paling awal muncul dalam Hitachi no kuni fudoki (721 M), menyebut ‘nigiri ii’ sebagai nasi yang dibentuk tangan untuk dibawa sehari-hari.
Di abad ke-11, The Tale of Genji menyebut ‘tonjiki’, nasi kecil yang dibentuk untuk dimakan saat bepergian.
Nama berevolusi menjadi ‘nigiri meshi’, lalu ‘onigiri’ dengan awalan kehormatan ‘o-‘.
Pada era Edo, muncul ‘musubi’ atau ‘omusubi’, yang berarti ‘mengikat'”, melambangkan ikatan dan penciptaan dari mitologi kuno seperti Kojiki.
Omakase Sushi, Mahal dan Bukan Sekedar Sushi Biasa!
Onigiri mencerminkan semangat gotong royong masyarakat Jepang dalam bertani padi—membagikan air, menanam, dan panen bersama.
Makanan ini mudah dibuat massal, dibawa tanpa alat, dan dibagikan tangan ke tangan.
Dalam bencana seperti Gempa Hanshin-Awaji 1995, onigiri menjadi makanan utama bantuan karena praktis dan melambangkan solidaritas manusia.
Tanggal 17 Januari ditetapkan sebagai Hari Omusubi untuk mengenang ikatan ini.Isian tradisional mencerminkan kekayaan alam Jepang: umeboshi, salmon panggang, kombu asin, katsuobushi, miso, atau makanan acar.
Daerah pesisir cenderung pakai seafood, sementara pedalaman gunakan tanaman liar.
Bentuknya bervariasi, seperti segitiga yang populer di minimarket karena stabil dan mudah produksi massal.
Ada juga bentuk balok jerami (tawara) di Kyoto-Osaka, dan bulat di Edo (Tokyo).
Onigiri bisa berbentuk pipih di daerah lain, hingga sandwich-style di Okinawa dengan isian daging babi dan telur.
Di era modern, kenaikan harga beras mendorong inovasi: nori kadang dihilangkan untuk tampilan isian lebih jelas dan hemat biaya.
Isian dicampur rata ke nasi, nasi dimasak dengan kaldu, atau bahkan nasi goreng.
Onigiri kekinian kini berisi tuna mayo, telur rebus, ayam goreng, atau roast beef.
Restoran khusus onigiri bermunculan, beberapa mendapat pengakuan Michelin Bib Gourmand.
Secara global, onigiri semakin populer dengan restoran di luar negeri.
Pada 2024 kata ‘onigiri’ masuk Oxford English Dictionary, mengesahkan nama asli daripada ‘rice ball’.
Intinya, onigiri tetap makanan nasi yang dibentuk tangan dan dibagikan, melambangkan ikatan manusia, namun terus beradaptasi dengan zaman.







