Tren “Moon Face” di TikTok: Benarkah Stres Bikin Wajah Bulat?

Cara Mengurangi Stres dan Manfaatnya Bagi Kulit

Ada berbagai cara untuk mengurangi stres yang juga berdampak positif pada kesehatan kulit. 

Olahraga misalnya, dapat meningkatkan sirkulasi darah ke wajah dan membantu pelepasan hormon endorfin, yang dikenal sebagai hormon kebahagiaan. Yoga, meditasi, dan pernapasan dalam juga terbukti efektif menurunkan produksi kortisol.

Tidur yang berkualitas adalah faktor penting lainnya untuk memperbaiki kondisi kulit dan mengurangi stres. 

Selama tidur, hormon pertumbuhan akan disekresikan, yang berfungsi untuk merangsang regenerasi sel kulit baru. Orang dewasa di atas 18 tahun dianjurkan untuk tidur setidaknya tujuh jam setiap malam. 

Kurang tidur tidak hanya dapat menyebabkan kulit stres. Namun, juga meningkatkan resiko obesitas, penyakit jantung, demensia, dan gangguan suasana hati seperti kecemasan dan depresi.

Kesimpulan

Tren “moon face” di TikTok mungkin telah menarik perhatian banyak orang, namun klaim bahwa stres sehari-hari dapat menyebabkan wajah membulat tampaknya kurang berdasar. Para ahli menjelaskan bahwa kondisi ini lebih terkait dengan sindrom Cushing daripada hanya sekadar stres. 

Meskipun demikian, stres yang terus-menerus tetap dapat berdampak buruk pada kulit, memicu masalah seperti jerawat, kulit kusam, dan penuaan dini. 

Untuk menjaga kesehatan kulit, penting untuk mengelola stres dengan baik, menjaga pola makan sehat, tidur cukup, dan rutin berolahraga. Dengan perawatan yang tepat, kulit sehat dan tampilan segar bukan lagi sekadar impian.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *