Malanginspirasi.com – Dermatofibroma adalah benjolan kecil pada kulit yang sering kali dianggap sepele karena tidak menimbulkan rasa sakit.
Namun, siapa sangka, benjolan ini sebenarnya adalah sejenis tumor jinak.
Meskipun tidak berbahaya, penting untuk mengenal lebih dalam tentang dermatofibroma agar tidak salah kaprah atau menimbulkan kecemasan yang tidak perlu.
Dermatofibroma biasanya muncul sebagai benjolan kecil, keras, dan berwarna cokelat hingga keunguan.
Ukurannya berkisar antara 0,5 hingga 1 cm, dan sering ditemukan di area kaki, lengan, atau punggung.
Benjolan ini terasa kenyal saat ditekan dan dapat masuk ke dalam kulit, menciptakan efek seperti lesung pipit kecil.
Kondisi ini lebih sering dialami oleh wanita dibandingkan pria, dan biasanya muncul pada usia dewasa.
Penyebab pasti dermatofibroma belum diketahui, namun para ahli menduga kondisi ini berkaitan dengan reaksi kulit terhadap cedera ringan seperti gigitan serangga, luka kecil, atau iritasi lainnya.
Dalam kasus ini, sel-sel di bawah kulit tumbuh secara berlebihan sebagai bentuk respons terhadap kerusakan, yang kemudian membentuk tumor jinak tersebut.
Meskipun dermatofibroma bersifat jinak dan tidak berpotensi menjadi kanker, keberadaannya kadang mengganggu secara estetika atau terasa gatal dan nyeri saat disentuh.
Karena itu, beberapa orang memilih untuk menghilangkannya, terutama jika benjolan terletak di area yang sering tergesek pakaian atau mengganggu penampilan.
Prosedur pengangkatan biasanya dilakukan melalui pembedahan kecil oleh dokter kulit.
Namun demikian, tidak semua kasus memerlukan tindakan medis. Jika benjolan tidak berubah ukuran, tidak menyebabkan rasa sakit berlebihan, dan tidak mengganggu aktivitas sehari-hari, maka tidak ada keharusan untuk mengangkatnya.
Pemeriksaan rutin ke dokter kulit cukup untuk memastikan bahwa benjolan tersebut tidak berkembang menjadi masalah yang lebih serius.







