Cewek Jangan Cuma Bucin, Kenali Potensi Thalassemia pada Diri dan Pasangan Sebelum Menikah

Malanginspirasi.com – Saat sedang menjalin pendekatan atau hubungan, banyak perempuan lupa bahwa cinta saja tidak cukup untuk menikah.

Menjalin hubungan jangka panjang, apalagi keduanya ingin memiliki anak, tentu membutuhkan kesadaran dan persiapan yang lebih matang.

Salah satu langkah penting yang sering terabaikan adalah memeriksa kesehatan genetik, termasuk potensi membawa gen thalassemia.

Thalassemia bukan penyakit yang muncul tiba-tiba, tetapi kelainan genetik yang dapat diwariskan kepada anak.

Banyak orang tidak menyadari bahwa dirinya adalah carrier karena tidak menunjukkan gejala apa pun.

Padahal, ketika dua carrier menikah, risiko memiliki anak dengan thalassemia mayor meningkat signifikan.

Di sinilah pentingnya memahami kondisi ini sebelum melangkah lebih jauh dalam hubungan.

Pentingnya Screening Thalassemia Sebelum Menikah

Dilansir melalui Instagram @taulebih.id, thalassemia adalah kelainan genetik yang menyebabkan tubuh kekurangan hemoglobin.

Sehingga distribusi oksigen ke seluruh tubuh terganggu. Dampaknya bisa berupa kelelahan berlebih, kulit pucat, pertumbuhan lambat, hingga pembesaran limpa.

Berdasarkan data, 6 sampai 10 dari 100 orang Indonesia adalah carrier. Mereka tampak sehat, tanpa gejala, dan tidak sadar membawa gen tersebut.

Masalah besar muncul ketika dua carrier menikah dan memiliki anak.

Pola pewarisan menunjukkan bahwa setiap kehamilan memiliki potensi 25% anak normal, 50% anak carrier, dan 25% anak lahir dengan thalassemia mayor.

Dimana anak dengan thalassemia mayor membutuhkan transfusi darah rutin tiap 2–4 minggu sepanjang hidupnya, suntik obat chelation 5–7 kali per minggu, serta biaya pengobatan yang bisa mencapai puluhan juta rupiah per tahun.

Artikel Terkait:

Vaksin Pranikah, Investasi Kesehatan untuk Calon Pengantin

Tidak hanya itu, keluarga juga harus mencurahkan waktu, tenaga, dan komitmen yang luar biasa.

Faktor risiko thalassemia mayor meningkat jika ada riwayat keluarga, berasal dari etnis tertentu seperti Asia Tenggara, Mediterania, Timur Tengah, dan Afrika.

Atau jika terjadi pernikahan dalam keluarga dekat. Sayangnya, kurangnya awareness membuat banyak carrier tidak menyadari kondisi mereka sehingga risiko semakin tinggi.

Pencegahan Thalassemia

Kabar baiknya, thalassemia dapat dicegah melalui screening sederhana sebelum menikah.

Tes dasar berupa Complete Blood Count (CBC) untuk memeriksa kadar MCV dan MCH bisa dilakukan di puskesmas, rumah sakit, atau laboratorium klinik.

Jika hasil mencurigakan, pemeriksaan dapat dilanjutkan dengan analisis hemoglobin atau elektroforesis. Biayanya pun cukup terjangkau, sekitar Rp120.000 – Rp250.000.

Idealnya, pemeriksaan dilakukan sebelum menikah atau paling lambat sebelum program kehamilan dimulai.

Hasil tes dapat menjadi dasar bagi pasangan untuk berdiskusi dan merencanakan masa depan secara lebih bijak.

Prosesnya cepat, hasilnya keluar dalam beberapa hari, dan manfaatnya sangat besar bagi keturunan mereka kelak.

Bagi pasangan yang hendak menikah, langkah pencegahan thalassemia bisa dilakukan dengan memulai percakapan dengan pasangan dan melakukan tes bersama di fasilitas kesehatan.

Dilanjur berkonsultasi dengan dokter untuk memahami hasil, lalu membuat keputusan berdasarkan informasi yang lengkap.

Karena menjaga kesehatan calon keturunan adalah bagian dari tanggung jawab moral dan bentuk kasih sayang jangka panjang.

Penting untuk diingat bahwa menikah bukan hanya soal cinta dan perasaan, tetapi juga kesiapan membangun kehidupan bersama.

Tanggung jawab terbesar kita adalah melindungi mereka yang belum lahir.

Salah satu caranya adalah memastikan mereka tidak harus berjuang dengan penyakit genetik yang sebenarnya bisa dicegah.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *