Cryptic Pregnancy: Antara Trauma, Gejala Samar, dan Risiko Kesehatan

Malanginspirasi.com – Fenomena cryptic pregnancy atau kehamilan kriptik sering memicu rasa heran karena si ibu hamil bisa tidak menyadari bahwa dirinya sedang mengandung.

Dua garis biru di test pack bisa muncul tanpa gejala khas, seperti perubahan signifikan pada lingkar perut hingga morning sickness yang biasanya muncul di awal kehamilan.

Kondisi ini membuat sebagian orang mengaitkannya dengan hal mistis. Padahal kondisi ini bisa dijelaskan secara medis.

Dilansir dari Instagram @taulebih.id, kehamilan yang tidak disadari ini dapat muncul akibat trauma psikologis, minimnya edukasi, hingga adanya gangguan sistem reproduksi.

Karena tidak terpantau sejak awal, kondisi ini berpotensi membahayakan ibu dan janin.

Itulah mengapa mengenali sinyal tubuh dan melakukan pemeriksaan ketika mengalami gejala tak biasa sangat penting, terutama jika sudah aktif secara seksual.

Apa Itu Cryptic Pregnancy?

Cryptic pregnancy atau kehamilan kriptik adalah kondisi ketika seorang wanita tidak menyadari dirinya sedang hamil hingga trimester kedua atau bahkan ada kasus yang baru diketahui saat persalinan.

Padahal umumnya, tanda kehamilan sudah bisa disadari sejak trimester pertama.

Minimnya gejala membuat kehamilan tampak “samar,” sehingga ibu hamil tidak mendapatkan pendampingan medis yang seharusnya.

Kenapa Bisa Tidak Sadar Sedang Hamil?

Wanita yang mengalami kehamilan kriptik biasanya tetap mengalami perdarahan yang disangka sebagai menstruasi rutin.

Selain itu, ukuran perut tidak banyak berubah dan gejala lain seperti mual atau muntah tidak muncul.

Tanpa adanya tanda-tanda ini, kehamilan pun kerap disalahartikan sebagai perubahan hormonal biasa.

Jenis-Jenis Kehamilan Kriptik

Kehamilan kriptik terbagi menjadi dua kategori besar:

• Psychotic cryptic pregnancy, yang berhubungan dengan kondisi psikologis seperti skizofrenia.

• Non-psychotic cryptic pregnancy, yang tidak berkaitan dengan diagnosis psikologis dan terbagi menjadi tiga kategori: afektif, pervasif, dan persisten.

Masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda, mulai dari tidak mau mengakui kehamilan, tidak merasakan gejala, hingga salah mengartikan tanda kehamilan sebagai sakit biasa.

Baca Juga:

8 Pantangan Ibu Hamil yang Wajib Dihindari Demi Janin Sehat, Salah Satunya Kondisi Stres

Pada kondisi afektif, ibu sebenarnya menyadari gelaja kehamilan tapi tidak mampu menerima kenyataan tersebut.

Sementara kondisi pervasif terjadi ketika ibu tidak merasakan tanda kehamilan sama sekali.

Adapun kondisi persisten muncul ketika gejala kehamilan ada, tetapi dianggap sebagai masalah kesehatan lain sehingga tidak teridentifikasi sebagai kehamilan.

Kehamilan yang Samar dan Penyebabnya

Kehamilan kriptik sering terjadi pada wanita dengan riwayat trauma psikologis atau tekanan sosial tertentu sehingga muncul penolakan terhadap kehamilan.

Kondisi ini juga lebih rentan dialami wanita dengan PCOS, karena siklus menstruasi yang tidak teratur membuat tanda kehamilan sulit dikenali.

Selain itu, minimnya edukasi tentang kesehatan reproduksi membuat sebagian wanita tidak memahami perubahan awal kehamilan.

Risiko Cryptic Pregnancy

Ketidaktahuan terhadap kehamilan membuat ibu tidak mendapatkan pendampingan medis sejak awal.

Hal ini dapat menimbulkan efek psikologis serius saat menghadapi kehamilan atau persalinan yang tidak dipersiapkan.

Selain itu, tubuh ibu mungkin tidak berada pada kondisi optimal akibat gaya hidup yang tidak disesuaikan dengan kebutuhan kehamilan.

Sedangkan resiko pada bayi yakni tidak mendapatkan nutrisi dan perawatan prenatal yang memadai berisiko mengalami stunting, malnutrisi, hingga kelainan bawaan (kongenital).

Bahkan, kebiasaan ibu seperti konsumsi alkohol atau merokok dapat memberikan dampak langsung pada tumbuh kembang janin karena ibu tidak menyadari dirinya sedang hamil.

Jika kamu mengalami gejala tidak biasa, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke tenaga medis agar mendapatkan penanganan yang tepat.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *