Malanginspirasi.com – Banyak wanita merasakan perubahan nafsu makan jelang datang bulan (PMS). Tak hanya itu, sebagian mereka juga jadi ngidam makanan manis saat haid.
Dilansir dari Halodoc, hal ini bisa terjadi karena perubahan kadar hormon dalam tubuh.
Gejala PMS seperti perubahan suasana hati, mudah lelah, hingga keinginan makan berlebih bukanlah sekadar sugesti.
Tubuh memang sedang mengalami fluktuasi hormon yang memengaruhi emosi, metabolisme, serta respons terhadap makanan tertentu.
Karena itu, memahami alasan ilmiah di balik meningkatnya nafsu makan dapat membantu wanita lebih bijak dalam mengelola pola makan selama masa pramenstruasi.
Mengapa PMS Bisa Meningkatkan Nafsu Makan?
Masih menurut Halodoc, salah satu penyebab utama meningkatnya nafsu makan saat PMS adalah tingginya kadar progesteron dan hormon stres dalam tubuh.
Menurut penelitian di International Journal of Eating Disorders, lonjakan progesteron pada fase pramenstruasi berkaitan dengan perilaku makan kompulsif.
Pada saat yang sama, kadar serotonin, hormon yang memicu rasa bahagia, menurun. Sebaliknya, hormon stres yaitu kortisol justru meningkat.
Kombinasi ini memicu respons tubuh untuk mencari makanan yang memberikan rasa nyaman, terutama yang manis dan berkarbohidrat.
Perubahan hormon ini juga memengaruhi suasana hati. Wanita PMS kerap mengalami ketidakstabilan emosi.
Jadi membuat tubuh secara alami mencari cara untuk memperbaiki mood.
Dimana makanan manis menjadi pilihan karena dapat meningkatkan serotonin. Sehingga membuat tubuh merasa lebih tenang dan bahagia.
Jadi ini alasan perempuan jadi suka makanan manis menjelang menstruasi atau PMS.
Selain progesteron dan kortisol, hormon estrogen juga ikut berperan.
Berdasarkan jurnal “Sex hormones, appetite and eating behaviour in women yang dipublikasikan di Jurnal Maturitas”, estrogen cenderung menurun menjelang menstruasi.
Karena estrogen berfungsi membantu meningkatkan mood, penurunan hormon ini dapat memicu rasa lapar yang lebih tinggi.
Studi dari National Institute of Nutrition and Food Technology di Tunisia juga menemukan bahwa tiga hari sebelum menstruasi.
Wanita cenderung mengonsumsi lebih banyak kalori, dan lebih dari separuhnya berasal dari karbohidrat.
Gejala Menstruasi
Mengutip Klikdokter, dr. Devia Irine Putri juga menjelaskan keinginan perempuan untuk mengonsumsi makanan tertentu biasanya muncul 7–10 hari sebelum datang bulan.
Meski tidak dialami semua wanita, ngidam sering muncul bersamaan dengan gejala PMS lainnya seperti sakit kepala, jerawat, atau perut kembung.
Penyebab utamanya tetap berkaitan dengan fluktuasi hormon estrogen dan progesteron.
Selain faktor biologis, aspek psikologis juga turut mempengaruhi. Banyak wanita mengasosiasikan makanan manis sebagai sumber kenyamanan.
Healthline menyebutkan bahwa serotonin meningkat ketika seseorang mengonsumsi makanan manis atau bertepung.
Baca Juga:
8 Tips Menjelaskan Menstruasi kepada Anak, Salah Satunya Sesuaikan dengan Usia Buah Hati
Hal ini menciptakan sensasi nyaman dan bahagia sesaat. Sehingga tubuh semakin terdorong menginginkan jenis makanan tersebut selama PMS.
Namun, meskipun makanan manis dapat memperbaiki mood sementara, konsumsi berlebih dapat meningkatkan risiko premenstrual dysphoric disorder (PMDD).
PMDD adalah bentuk PMS yang gejalanya jauh lebih parah. Dimana salah satu faktor pemicunya adalah pola makan tinggi gula menjelang menstruasi.
Karena itu, penting untuk mengatur konsumsi makanan manis agar tidak berlebihan.







