Rentan Penyakit, Ini Bahaya Handuk yang Dipakai Bergantian

Malanginspirasi.com – Ketika bepergian, berolahraga, atau menginap di rumah kerabat, sebagian orang mungkin tidak terlalu mempermasalahkan penggunaan handuk secara bergantian.

Padahal, kebiasaan ini dapat membawa risiko kesehatan yang tidak sedikit.

Handuk adalah barang pribadi yang bersentuhan langsung dengan kulit, menyerap air, keringat, serta sel-sel kulit mati. Karena itu, handuk mudah menjadi tempat berkembang biaknya kuman.

Dilansir dari Alodokter, menggunakan handuk lebih dari satu orang dapat meningkatkan risiko pertukaran kuman dan infeksi antar pengguna.

Selain menularkan bakteri dan virus, kebiasaan ini juga bisa memicu munculnya penyakit kulit, terutama jika handuk digunakan oleh seseorang yang memiliki infeksi jamur.

Risiko Kesehatan dari Penggunaan Handuk Bersama

Salah satu penyakit yang dapat menular melalui handuk adalah kurap. Dilansir dari Mayo Clinic melalui health.grid.id, kurap atau jock itch merupakan infeksi jamur yang menyebabkan ruam melingkar dan gatal pada area hangat tubuh seperti selangkangan.

Jamur penyebab infeksi ini mudah hidup di lingkungan lembap, termasuk handuk basah yang digunakan bersama-sama.

Bahkan, jamur dapat menyebar dari kaki ke selangkangan melalui handuk atau tangan.

Selain kurap, kudis juga menjadi penyakit yang bisa menular melalui kebiasaan memakai handuk bersama.

Masih dilansir dari health.grid.id, kudis disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei yang menyebabkan munculnya benjolan kecil dan rasa gatal hebat.

Penyakit ini biasanya menyerang sela-sela jari, lipatan tubuh, dan pinggang. Penggunaan handuk atau sabun secara bersama-sama dapat meningkatkan risiko penyebaran tungau tersebut.

Risiko lainnya adalah hepatitis B. Menurut Cleveland Clinic yang dikutip dari health.grid.id, hepatitis B merupakan penyakit peradangan hati yang serius dan disebabkan oleh virus HBV.

Penyakit ini dapat menyebabkan sirosis, kanker hati, hingga kematian.

Cairan tubuh yang menempel pada handuk dapat menularkan virus hepatitis B, terutama jika handuk digunakan oleh lebih dari satu orang.

Baca Juga:

Bolehkan Pakai Bra Lebih dari Sehari Tanpa Dicuci? Ini Jawabannya

Tidak hanya itu, risiko infeksi akan semakin tinggi apabila handuk jarang dicuci atau dibiarkan lembap.

Dilansir dari Alodokter, handuk merupakan barang pribadi yang bisa menjadi tempat berkembang biaknya kuman meskipun sudah dicuci.

Hal ini karena spora jamur atau mikroorganisme tertentu bisa tetap hidup. Oleh karena itu, handuk sebaiknya dicuci setidaknya seminggu sekali, atau lebih cepat jika tampak kotor dan berbau.

Cara mencuci dan menjemur handuk juga memengaruhi kebersihannya.

Penjemuran di tempat yang kering atau terkena sinar matahari langsung sangat dianjurkan karena dapat membantu membunuh mikroorganisme.

Handuk yang masih lembap sebaiknya tidak dilipat atau disimpan karena dapat mempercepat pertumbuhan jamur.

Melihat berbagai risiko tersebut, sangat penting untuk menghindari penggunaan handuk secara bersama, baik dengan keluarga maupun teman.

Setiap orang sebaiknya memiliki handuk pribadi demi menjaga kebersihan dan kesehatan kulit.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *