Apa yang Terjadi pada Tubuh Jika Rutin Minum Air Jahe? Ini Manfaat dan Risikonya

Malanginspirasi.com – Minum air jahe atau wedang jahe secara rutin menjadi kebiasaan banyak orang untuk menjaga kesehatan. Rempah ini memang kaya senyawa aktif seperti gingerol dan shogaol, yang memberikan efek anti-mual, anti-inflamasi, serta penghangat tubuh.

Dikutip dari WebMD, berikut yang biasanya terjadi pada tubuh jika mengonsumsi jahe rutin dalam jumlah wajar (sekitar 1-4 gram jahe segar per hari atau 1-2 gelas air jahe):

  • Mengatasi mual dan muntah — Jahe sangat efektif meredakan mual pagi pada ibu hamil, mabuk kendaraan, atau efek samping kemoterapi. Hal ini karena gingerol dalam jahe membantu mengendalikan mual di lambung dan otak.
  • Melancarkan pencernaan — Membantu mengurangi kembung, sakit perut, maag ringan, serta mempercepat pengosongan lambung sehingga perut terasa lebih nyaman setelah makan.
  • Mengurangi nyeri dan peradangan — Cocok untuk nyeri sendi (seperti osteoarthritis), nyeri haid, atau pegal otot. Sifat antiradangnya mirip obat pereda nyeri alami.
  • Menghangatkan tubuh dan tingkatkan daya tahan — Tubuh terasa lebih hangat, jarang masuk angin, serta lebih kuat lawan infeksi ringan berkat efek antimikroba.
  • Dukung kesehatan jantung dan gula darah — Dapat menurunkan kolesterol jahat, stabilkan gula darah (baik untuk diabetes tipe 2), serta kurangi risiko serangan jantung.
  • Bantu menurunkan berat badan — Meningkatkan metabolisme dan mengurangi nafsu makan jika dikombinasikan dengan pola makan sehat.

Baca Juga:

Kunyit, Jahe, dan Sereh: Ramuan Jamu Berkhasiat untuk Wanita

Penderita Gula Darah Rendah, Hindari Makanan dan Minuman Ini Ya…

Banyak orang merasakan tubuh lebih segar dan imunitas terjaga setelah rutin minum jahepada pagi hari.

Namun, konsumsi berlebihan (lebih dari 5 gram jahe segar/hari) bisa menimbulkan efek samping, seperti:

  • Sakit perut, heartburn (sensasi terbakar di dada), diare, atau kembung berlebih.
  • Tekanan darah turun drastis (hipotensi), menyebabkan pusing.
  • Risiko perdarahan lebih tinggi jika dikonsumsi bersama obat pengencer darah.
  • Iritasi mulut/tenggorokan atau reaksi alergi (jarang).

WebMD menegaskan, jahe aman untuk kebanyakan orang dalam dosis sedang. Namun  konsultasikan dokter jika Anda punya kondisi seperti batu empedu, tekanan darah rendah, sedang hamil (meski sering direkomendasikan untuk mual), atau minum obat rutin.

Rutin minum jahe dalam jumlah wajar bisa jadi pendukung kesehatan alami yang murah dan mudah.

Mulailah dengan 1 gelas sehari, tambahkan madu atau lemon untuk rasa lebih enak, dan pantau reaksi tubuh Anda.

Jahe bukan obat ajaib, tapi bisa sangat bermanfaat bagi kesehatan jika dikonsumsi dengan sewajarnya.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *