Malanginspirasi.com – Profesor dari Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB) Prof. Dr. dr. Tatit Nurseta, Sp. O.G., Subsp. Onk, mengenalkan PERMATA MOLA, sebuah model pencegahan integrative berbasis translasi biomedik.
“Model ini maternal pada kelompok risiko tinggi. Menggabungkan epidemiologi nasional, karakteristik molekuler trofoblas, regulasi hormonal, serta peran nutrisi,” terang Prof. Tatit.
Mola Hidatidosa atau kerap disebut sebagai hamil anggur adalah komplikasi kehamilan langka yang menghantui perempuan.
Kondisi ini merupakan kelainan biologis kehamilan dengan sifat proliferatif dan invasif yang unik, dimana hal ini menempatkannya pada spektrum sempit antara kondisi jinak dan keganasan, serta masih menunjukkan insiden dan risiko progresi menjadi Penyakit Trofoblas Maligna yang bermakna.
Prof. Tatit mengatakan meski sudah banyak pasien MH yang terselamatkan dengan kuretase dan pemantauan pasca evakuasi, tapi pada praktiknya, kehamilan MH masih sering terjadi dan berisiko tinggi di Indonesia
“Bahkan sebagian kasus bertransformasi menjadi keganasan meski telah ditangani dengan tata laksana klinis yang tepat,” jelasnya.
PERMATA MOLA, menurut Tatit, memiliki kekuatan pada orientasi preventif dan kontekstual. Namun terbatas pada cakupan kebutuhan validasi klinis dan integrasi sistem kesehatan.
“Model ini menekankan intervensi sebelum kehamilan sebagai tahap kunci untuk menurunkan insiden MH dan mencegah transformasinya menjadi PTM,” katanya.
“PERMATA MOLA menempatkan nutrisi maternal sebagai determinan biologis utama, sekaligus mengintegrasikan pemantauan klinis dan strategi edukasi pada kelompok risiko tinggi primigravida atau kehamilan pertama di usia muda dan kehamilan berulang di usia tua,” Imbuhnya.
Pendekatan Lintas Sektoral
Model Nutrisi Prakonsepsi dan gaya hidup sehat bagi perempuan usia reproduksi juga perlu diperkuat melalui pendekatan lintas sektor yang melibatkan bidang kesehatan, pendidikan, dan komunitas.
“Pendekatan ini penting untuk memastikan bahwa pencegahan tidak hanya dilakukan pada fase klinis. Tetapi juga pada tahap prakonsepsi,” pungkas Tatit.
Prof. Dr. dr. Tatit Nurseta, Sp. O.G., Subsp. Onk akan dikukuhkan sebagai profesor dalam bidang ilmu obstetric danginekologi ranting kepakaran onkologi ginekologi di Fakultas Kedokteran pada 11 Februari 2026.
Ia menjadi profesor aktif ke-7 di Fakultas Kedokteran dan ke-450 di Universitas Brawijaya.







