Penyebab Meninggalnya Catherine O’Hara Ternyata Emboli Paru, Kenali Gejalanya

Malanginspirasi.com – Aktris pemenang penghargaan Catherine O’Hara meninggal dunia akibat emboli paru,  demikian terungkap dalam akta kematiannya di AS kemarin.

O’Hara meninggal pada 30 Januari di sebuah rumah sakit di Los Angeles, pada usia 71 tahun.

Selain gumpalan darah di paru-parunya, akta kematian tersebut mencantumkan kanker rektum sebagai penyebab kematian jangka panjang.

Menurut NHS, emboli paru adalah kondisi yang mengancam jiwa yang terjadi ketika pembuluh darah di paru-paru tersumbat oleh gumpalan darah.

Gejalanya meliputi kesulitan bernapas secara tiba-tiba, nyeri dada yang meningkat saat bernapas, dan batuk berdarah.

Disebutkan bahwa ia telah menerima perawatan untuk kanker tersebut sejak Maret 2025.

Baca Juga: 

Polusi Udara Tak Hanya Rusak Paru-Paru dan Jantung, Tapi Juga Picu Diabetes

5 Pertolongan Pertama pada Sesak Nafas

Penyebab Emboli Paru

Emboli paru terjadi ketika gumpalan darah membeku tersangkut di arteri di paru-paru sehingga menghalangi aliran darah.

Bekuan darah paling sering berasal dari vena dalam kaki Anda, suatu kondisi yang dikenal sebagai trombosis vena dalam.

Dalam banyak kasus, beberapa bekuan darah terlibat.

Bagian paru-paru yang dilayani oleh setiap arteri yang tersumbat tidak dapat menerima darah dan Ini dikenal sebagai infark paru.

Hal ini membuat paru-paru lebih sulit untuk menyediakan oksigen ke seluruh tubuh manusia.

Terkadang, penyumbatan di pembuluh darah disebabkan oleh zat selain bekuan darah, seperti lemak dari bagian dalam tulang panjang yang patah atau bagian dari tumor.

Gejala Emboli Paru

Gejala gumpalan darah dalam paru ini bervariasi, tergantung pada seberapa banyak paru-paru  terkena gumpalan, ukuran gumpalan,  atau pasien memiliki penyakit paru-paru atau jantung sebelumnya.

Umumnya, penderita mengalami sesak napas yang muncul tiba-tiba, atau nyeri dada seperti mengalami serangan jantung.

Sedangkan gejala lain bisa batuk yang disertai lendir bercampur darah, detak jantung cepat atau tidak teratur, pusing, keringat berlebihan atau nyeri atau bengkak pada kaki.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *