3. Terjebak di Masa Lalu atau Masa Depan
Kebiasaan terus-menerus memikirkan kesalahan di masa lalu atau mengkhawatirkan masa depan hanya akan membuat kamu kehilangan momen berharga di masa kini. Pikiran semacam ini juga dapat menyebabkan overthinking, kecemasan, atau rasa penyesalan yang berlarut-larut.
Tanda-tanda kamu Terjebak di Waktu yang Salah:
- Sering merenungkan “seandainya” tentang masa lalu.
- Khawatir berlebihan tentang skenario buruk di masa depan.
- Kesulitan menikmati momen saat ini karena pikiran melayang.
Cara Mengatasi:
- Gunakan Jurnal: Tuliskan kekhawatiran atau penyesalan kamu di buku. Setelah ditulis, kamu akan merasa lebih lega.
- Buat Rencana Realistis: Untuk masa depan, rencanakan langkah konkret tanpa terlalu memikirkan hal-hal di luar kendali.
4. Membandingkan Diri dengan Orang Lain
Membandingkan diri dengan orang lain adalah hal yang sulit dihindari, terutama di era media sosial. Kamu mungkin merasa pencapaian atau kehidupan orang lain jauh lebih baik dibandingkan milik kamu. Hal ini dapat mengikis rasa percaya diri dan membuat kamu tidak menghargai usaha yang telah kamu lakukan.
Tanda-tanda Kebiasaan Membandingkan Diri:
- Merasa iri atau tidak puas setelah melihat unggahan media sosial orang lain.
- Meremehkan pencapaian pribadi karena merasa itu tidak sebanding.
- Menghabiskan terlalu banyak waktu memikirkan kehidupan orang lain.
Cara Mengatasi:
- Bandingkan Dirimu dengan Diri Sendiri: Evaluasi diri kamu dengan kondisi kamu sebelumnya, bukan dengan orang lain.
- Kurangi Paparan Media Sosial: Beri batasan waktu menggunakan media sosial atau berhenti mengikuti akun-akun yang membuat kamu merasa minder.
5. Berfokus pada Hal-Hal Negatif
Membiasakan diri untuk mencari atau melihat sisi negatif dalam setiap situasi dapat membuat hidup terasa lebih berat. Pikiran negatif ini juga memengaruhi cara kamu berinteraksi dengan orang lain dan menurunkan kemampuan kamu untuk merasa bersyukur.
Tanda-tanda Fokus pada Hal Negatif:
- Kamu cenderung mengeluh daripada mencari solusi.
- Sulit merasa puas meskipun hal baik terjadi.
- Sering merasa “semua salah” atau “tidak ada yang benar.”
Cara Mengatasi:
- Latihan Bersyukur: Setiap malam, tuliskan tiga hal baik yang terjadi pada hari itu, sekecil apa pun.
- Berpikir Konstruktif: Ubah keluhan menjadi pertanyaan seperti, “Apa yang bisa aku lakukan untuk memperbaiki ini?”
- Berhenti Membesar-besarkan: Ingatkan diri bahwa tidak semua masalah sebesar yang terlihat.








