Menuju Hidup Lebih Sehat dengan Konsumsi Makanan Berbasis Nabati

Malanginspirasi.com – Buku baru yang ditulis Profesor Luigi Fontana dan koki Marzio Lanzini dari Charles Perkins Center, Universitas Sydney, menawarkan panduan berbasis ilmu pengetahuan untuk mengkonsumsi lebih banyak makanan berbasis nabati demi kesehatan dan umur panjang.

Bertajuk Plant Power, buku ini menggabungkan penelitian Fontana tentang umur panjang dengan keahlian Lanzini dalam menciptakan makanan nabati yang bergizi dan lezat.

Ini merupakan bagian dari kolaborasi mereka dalam program CPC-RPA Healthy for Life, yang bertujuan membantu orang-orang membuat pilihan diet yang lebih sehat.

Kerja mereka mendukung tren yang semakin berkembang. Banyak orang yang kini mengurangi konsumsi daging. Bahkan sebagian sudah menyingkirkan daging-dagingan dari meja makan mereka. Alasannya, karena etika dan kesehatan.

“Semakin banyak orang beralih dari diet yang kaya daging, bukan hanya karena alasan etika, tetapi juga karena makan nabati terkait dengan kesehatan yang lebih baik dan umur yang lebih panjang,” kata Fontana.

“Umur panjang yang sehat berasal dari memberi tubuh Anda nutrisi yang tepat yang mendukung perbaikan sel dan kesehatan usus,” lanjutnya.

Buku ini mendorong orang untuk mulai dengan dua hari makanan nabati per minggu. Lalu secara bertahap meningkatkannya hingga lima, sambil bereksperimen dengan resep dan rasa baru.

Ilmu di Balik Diet Nabati dan Umur Panjang

Plant Power dibangun di atas penelitian yang ditulis bersama oleh Fontana dan Profesor Walter Willett dari Harvard, yang diterbitkan di European Heart Journal. Temuan mereka menunjukkan bahwa diet nabati berbasis makanan utuh jauh lebih bermanfaat dibandingkan dengan yang dipenuhi produk nabati ultra-olah.

Rutin minum jus buah segar juga menambah vitalitas dan kesehatan tubuh. (Freepik)

Fontana menyoroti dua proses biologis kunci yang memengaruhi umur panjang:

1. Jalur Pengecekan Nutrisi – Nutrisi tertentu dalam makanan nabati mengaktifkan mekanisme dalam tubuh yang memperlambat penuaan, mengurangi peradangan, dan meningkatkan metabolisme.

2. Mikrobioma Usus – Diet yang kaya serat dari makanan nabati mendukung bakteri usus yang menguntungkan, yang memperkuat sistem kekebalan tubuh dan menurunkan risiko penyakit. Tanpa cukup serat, bakteri baik akan mati, meningkatkan risiko penyakit kronis.

Tidak Semua Diet Nabati Sehat

Fontana memperingatkan bahwa hanya dengan menghilangkan daging tidak otomatis meningkatkan kesehatan. Banyak orang menggantikan produk hewani dengan makanan olahan yang tinggi gula, lemak tidak sehat, dan karbohidrat olahan.

“Ini adalah kesalahan umum untuk berpikir bahwa menghindari daging sudah cukup,” jelasnya.

“Diet yang dipenuhi makanan olahan seperti pizza beku, mie instan, minuman manis, dan pengganti daging nabati masih dapat meningkatkan risiko stroke, demensia, dan kematian dini,” imbuhnya menerangkan.

Lanzini, yang ikut mengembangkan resep di buku ini dan menjalankan dapur metabolik di Charles Perkins Center, menekankan pentingnya perencanaan makanan yang seimbang.

“Untuk benar-benar mendapatkan manfaat dari makan nabati, Anda perlu memastikan bahwa diet Anda mencakup semua nutrisi esensial. Alih-alih bergantung pada alternatif olahan, fokuslah pada makanan utuh,” sarannya.

Seperti Apa Diet Nabati yang Sehat

Buku ini merekomendasikan diet yang kaya serat dan minim olahan yang mencakup:

Kacang-kacangan dan biji-bijian kaya akan serat. (Adobe Stock)
  • Biji-bijian Utuh: Beras merah, barley, millet, spelt, buckwheat, dan rye
  • Kacang-kacangan: Lentil, buncis, kacang hitam, kacang merah, produk kedelai seperti tofu
  • Kacang: Kenari, almond, mete, pistachio, pecan, dan kacang macadamia
  • Biji-bijian: Biji rami, biji chia, biji labu, biji bunga matahari
  • Buah-buahan dengan Indeks Glikemik Rendah: Berry, apel, ceri, kiwi, dan buah sitrun
  • Lemak Sehat: Minyak zaitun extra-virgin, alpukat

Panduan Praktis untuk Kesehatan yang Lebih Baik

Para penulis berharap Plant Power dapat membantu orang beralih ke kebiasaan makan yang lebih sehat tanpa merasa terbebani. Mengawali perubahan kecil dan berkelanjutan—seperti meningkatkan makanan nabati secara bertahap—orang dapat merasakan manfaat kesehatan jangka panjang.

Dengan fokus pada makanan utuh dan nutrisi yang didukung oleh sains, buku ini menyediakan panduan bagi siapa saja yang ingin meningkatkan kesejahteraan melalui pola makan nabati.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *