Rutin Konsumsi Ikan Bantu Perlambat Perkembangan Multiple Sclerosis

Malanginspirasi.com – Sebuah studi jangka panjang yang dilakukan di Swedia menunjukkan bahwa pola makan atau konsumsi rutin akan makanan berbasis ikan, membantu memperlambat perkembangan penyakit autoimun yang tidak dapat disembuhkan dan sering kali menyebabkan kecacatan, yaitu multiple sclerosis (MS). Penelitian ini dipublikasikan pada hari Selasa (25/2/2025) dalam Journal of Neurology Neurosurgery & Psychiatry.

Beberapa penelitian sebelumnya telah menunjukkan hubungan yang kuat antara asam lemak omega-3 yang ditemukan dalam ikan berlemak, seperti salmon dan cod, dengan pencegahan MS atau penyakit kronis yang menyerang sistem saraf pusat, seperti gangguan saraf pada otak, mata, dan tulang belakang.

Namun, studi terbaru ini menunjukkan konsumsi ikan juga dapat memperlambat perkembangan atau memburuknya penyakit sklerosis multipel dalam jangka waktu yang panjang.

Bukti baru juga menunjukkan bahwa ikan tanpa lemak, selain ikan berlemak, dapat memberikan manfaat jangka panjang dalam melawan MS.

Para peneliti berspekulasi bahwa bahan lain yang terdapat dalam semua jenis ikan, termasuk asam amino taurine yang melimpah, dapat membuka jalan baru untuk pengobatan MS.

Kaya asam lemak Omega-3.

Dr. Anna Hedstrom dari Karolinska Institute di Stockholm, salah satu penulis utama studi tersebut, menyatakan bahwa hasil penelitian ini signifikan. Karena merupakan salah satu yang pertama menunjukkan bahwa pola makan kaya ikan dapat melakukan lebih dari sekadar mencegah timbulnya penyakit.

“Kami menemukan bahwa pasien yang meningkatkan konsumsi ikan setelah diagnosis juga mengalami risiko yang lebih rendah untuk perkembangan kecacatan,” tulis Hedstrom.

“Ini menunjukkan bahwa modifikasi diet. bahkan setelah diagnosis MS, masih dapat memengaruhi perjalanan penyakit, yang sangat relevan bagi pasien yang mencari strategi berbasis gaya hidup untuk melengkapi pengobatan medis,” imbuhnya.

Studi longitudinal ini melibatkan lebih dari 2.700 pasien MS selama 15 tahun di Swedia. Studi ini memberikan bukti yang “kuat” bahwa konsumsi ikan yang lebih tinggi terkait dengan risiko yang lebih rendah terhadap memburuknya kecacatan akibat MS.

Manfaat Jangka Panjang

Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi ikan tanpa lemak memberikan manfaat jangka panjang. Mnunjukkan bahwa mikronutrien lain selain asam omega-3 mungkin berperan.

Hedstrom mencatat bahwa taurine, asam amino yang melimpah ditemukan dalam sumber makanan alami seperti telur, susu, makanan laut, dan daging, dapat berperan sebagai neurotransmitter dan pelindung sistem saraf.

“Fakta bahwa baik ikan tanpa lemak maupun berlemak terkait dengan risiko yang lebih rendah terhadap perkembangan kecacatan, menunjukkan bahwa banyak nutrisi dalam ikan dapat berkontribusi terhadap efek menguntungkan mereka,” katanya.

Meskipun banyak penderita MS sudah mengonsumsi suplemen omega-3 untuk manfaat anti-inflamasi dan kesehatan neurologis, Kathy Zackowski, wakil presiden asosiasi penelitian di National Multiple Sclerosis Society, mengingatkan agar penderita MS tidak menganggap satu jenis makanan saja dapat memengaruhi kondisi mereka.

“Pesan ‘makan ikan’ mungkin mudah dipahami. Tetapi kita benar-benar perlu memahami kandungan-kandungan dalam ikan yang sebenarnya berkontribusi,” tandasnya.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *