2. Parenting Otoritatif: Kombinasi Aturan dan Kasih Sayang
Parenting otoritatif dianggap sebagai pendekatan terbaik karena mampu menyeimbangkan antara aturan yang jelas dan dukungan emosional. Pola ini melibatkan komunikasi terbuka antara orang tua dan anak.
Ciri-Ciri Parenting Otoritatif
- Aturan yang jelas dengan penjelasan logis
Orang tua memberikan alasan di balik aturan, sehingga anak paham tujuan dari peraturan tersebut.
- Responsif terhadap kebutuhan anak
Selain menegakkan disiplin, orang tua otoritatif juga bersikap mendukung dan memahami kebutuhan emosional anak.
- Pendekatan mendidik, bukan menghukum
Ketika anak melakukan kesalahan, orang tua lebih memilih memberi arahan ketimbang hukuman keras.
Dampak Parenting Otoritatif pada Anak
- Percaya diri yang tinggi: Anak tumbuh dengan keyakinan pada pendapat dan kemampuannya.
- Tanggung jawab sosial: Anak belajar menjadi individu yang kooperatif dan bertanggung jawab.
- Prestasi yang baik: Anak cenderung sukses secara akademik maupun sosial.
3. Parenting Permisif: Terlalu Memanjakan Anak
Parenting permisif adalah pola asuh yang terlalu santai, di mana orang tua lebih sering memanjakan anak tanpa memberikan aturan yang jelas.
Ciri-Ciri Parenting Permisif
- Minim aturan
Orang tua jarang memberikan batasan atau ekspektasi pada perilaku anak.
- Cenderung menghindari konflik
Orang tua lebih memilih mengalah daripada memberikan teguran ketika anak melakukan kesalahan.
- Bersikap seperti teman
Hubungan antara orang tua dan anak lebih menyerupai pertemanan dibandingkan pembimbing.
Dampak Parenting Permisif pada Anak
- Kedisiplinan yang rendah: Anak sering mengalami kesulitan mengatur diri sendiri.
- Masalah akademik: Kurangnya arahan membuat anak kesulitan mencapai potensi terbaiknya.
- Masalah kesehatan: Anak lebih rentan terhadap obesitas dan kebiasaan buruk lainnya karena tidak terbiasa dengan pengendalian diri.









