4. Parenting Pasif: Minimnya Peran Orang Tua
Parenting pasif merupakan pola asuh di mana orang tua cenderung abai terhadap kebutuhan anak. Hal ini sering kali disebabkan oleh tekanan hidup atau masalah pribadi yang dialami orang tua.
Ciri-Ciri Parenting Pasif
- Minim interaksi
Orang tua jarang mengetahui aktivitas anak atau memberikan perhatian pada mereka.
- Tidak ada aturan atau ekspektasi
Anak dibiarkan membesarkan diri sendiri tanpa bimbingan atau dukungan yang memadai.
Dampak Parenting Pasif pada Anak
- Masalah emosional: Anak cenderung merasa kesepian dan kurang dihargai.
- Masalah akademik dan sosial: Tanpa bimbingan, anak kesulitan beradaptasi dengan lingkungan sekolah atau masyarakat.
Mengapa Parenting Otoritatif Pilihan yang Paling Tepat?
Penelitian menunjukkan bahwa parenting otoritatif memberikan hasil terbaik bagi anak. Pola ini menyeimbangkan aturan dengan kasih sayang, sehingga anak merasa aman, dihargai, dan didukung untuk berkembang menjadi individu yang mandiri.
Namun, penting untuk diingat bahwa setiap anak adalah unik. Budaya, lingkungan, dan kebutuhan individu juga mempengaruhi gaya parenting yang paling efektif.
Kesimpulan
Mendidik anak adalah perjalanan panjang yang penuh tantangan. Memahami gaya parenting yang ada dapat membantu kamu menentukan parenting yang tepat dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Sebagai orang tua, kamu berperan besar dalam membentuk masa depan anak. Yuk, merefleksikan pola asuh kamu dan pastikan kamu memberikan yang terbaik untuk buah hati kamu.
Bagaimana pola asuh kamu selama ini? Apakah sesuai dengan gaya parenting otoritatif? Ayo diskusikan di kolom komentar!








