Inner Child Orang Tua Bisa Mempengaruhi Cara Didik Anak, Benarkah?

Malanginspirasi.com – Pernah merasa kesal berlebihan saat anak melakukan hal kecil yang mengganggu? Atau tanpa sadar menerapkan pola asuh yang dulu dialami, meskipun tidak menyukainya?

Ini bukan kebetulan. Inner child orang tua yang belum sembuh bisa memengaruhi cara mendidik anak tanpa disadari.

Apa Itu Inner Child?

Inner child adalah bagian dari diri seseorang yang menyimpan pengalaman masa kecil, baik yang menyenangkan maupun menyakitkan.

Jika tumbuh dalam lingkungan penuh kasih sayang, inner child bisa membawa pengaruh positif. Namun, jika mengalami pola asuh yang keras atau penuh tekanan, luka emosional ini bisa terbawa hingga dewasa termasuk dalam pola pengasuhan terhadap anak.

Melansir Psychology Today, banyak orang tua tanpa sadar mengulang pola asuh yang dulu mereka alami, baik itu terlalu keras atau justru terlalu longgar.

Jika dulu sering dikritik atau tidak mendapat validasi emosi, seseorang mungkin cenderung melakukan hal yang sama pada anaknya atau justru berusaha melakukan kebalikan secara berlebihan.

Bagaimana Inner Child Mempengaruhi Pola Asuh?

1. Mudah Marah Saat Anak Berbuat Salah

Jika dulu sering dimarahi atas kesalahan kecil, emosi yang sama bisa muncul saat anak melakukan hal serupa.

Otak mengasosiasikan kesalahan dengan hukuman atau rasa takut, sehingga tanpa sadar kita bisa bereaksi berlebihan.

2. Terlalu Keras atau Justru Terlalu Lembut

Orang tua yang dibesarkan dalam pola asuh otoriter mungkin akan mendidik anak dengan cara yang sama, menerapkan aturan ketat dan menuntut kepatuhan tanpa kompromi.

Sebaliknya, ada juga yang tumbuh dengan luka masa lalu dan akhirnya terlalu memanjakan anak agar mereka tidak mengalami hal yang sama.

3. Sering Merasa Tidak Cukup Baik

Inner child yang penuh luka bisa membuat seseorang merasa ragu dalam menjalani peran sebagai orang tua. Jika dulu sering dibandingkan atau kurang dihargai, ada kemungkinan muncul perasaan tidak percaya diri dalam mendidik anak.

4. Sulit Menerima Emosi Anak

Jika sejak kecil dilarang menangis atau mengeluh. Orang tua mungkin kesulitan menghadapi anak yang mudah mengekspresikan emosinya.

Kalimat seperti “Jangan nangis, itu cuma hal sepele” atau “Anak pintar nggak boleh cengeng” bisa muncul tanpa disadari, karena dulu juga mengalami hal serupa.

Bagaimana Menyembuhkan Inner Child agar Tidak Berdampak pada Pengasuhan Anak?

Perhatikan bagaimana reaksi terhadap anak. Jika sering marah berlebihan atau merasa tidak sabar, tanyakan pada diri sendiri apakah reaksi ini berasal dari luka masa lalu.

Jika dulu sering dikritik, sekarang bisa mulai belajar memberikan apresiasi, baik pada diri sendiri maupun anak. Alih-alih berpikir “Aku dulu tidak pernah dipuji, jadi anakku juga harus kuat,” ubah menjadi “Aku bisa memberikan apa yang dulu tidak kudapatkan.”

Saat anak melakukan sesuatu yang memicu emosi, ambil napas sejenak sebelum bereaksi. Tanyakan pada diri sendiri, “Apakah ini tentang anakku atau tentang luka masa kecilku?”

Membaca buku parenting, mengikuti kelas pola asuh, atau berbicara dengan psikolog bisa membantu memahami pola yang terbentuk sejak kecil dan bagaimana mengubahnya menjadi lebih sehat.

Inner child yang belum sembuh bisa berdampak besar pada cara mendidik anak. Pola asuh yang diterima di masa kecil sering kali terbawa hingga dewasa dan tanpa sadar diterapkan kepada anak.

Namun, menyadari pola ini adalah langkah awal untuk memperbaikinya. Masa lalu tidak bisa diubah, tetapi cara mendidik anak bisa diperbaiki agar mereka tumbuh dengan lebih bahagia dan percaya diri.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *