7 Hal yang Harus Orang Tua Ajarkan Ketika Anak Tersesat, Bunda Wajib Tahu!

Malanginspirasi.com – Mengajarkan anak cara menghadapi situasi tersesat adalah langkah penting yang sering kali diabaikan oleh orang tua.

Padahal, momen tersesat bisa menjadi pengalaman yang menakutkan bagi anak dan orang tua.

Dengan memberikan pemahaman yang tepat, anak akan lebih siap dan tahu apa yang harus dilakukan jika mereka terpisah dari orang tua.

Banyak kasus anak tersesat terjadi di tempat umum seperti pusat perbelanjaan, taman bermain, atau acara besar.

Dalam situasi ini, anak yang tidak dibekali pengetahuan dan keterampilan yang memadai bisa merasa panik dan bingung.

Oleh karena itu, orang tua memiliki peran besar dalam membekali anak dengan informasi penting agar mereka tetap aman.

Berikut tujuh hal yang harus diajarkan kepada anak agar mereka tahu bagaimana bersikap ketika tersesat.

1. Menghafal Nama dan Nomor Telepon

Langkah pertama yang harus diajarkan kepada anak adalah mengingat identitas mereka sendiri dan informasi kontak orang tua.

Anak perlu menghafal nama lengkap mereka, nama orang tua atau wali, serta nomor telepon yang bisa dihubungi jika mereka tersesat.

Dengan mengingat informasi dasar ini, anak dapat meminta bantuan kepada orang dewasa yang dapat dipercaya.

Jika anak masih terlalu kecil untuk menghafal, orang tua bisa membekali mereka dengan gelang identitas atau kartu kecil berisi informasi kontak yang mudah diakses.

2. Menunggu di Tempat Terpisah

Ajarkan anak untuk tetap berada di lokasi terakhir mereka terpisah. Menunggu di tempat tersebut akan memudahkan orang tua dalam mencari dan menemukan mereka.

Jelaskan bahwa berpindah-pindah tempat hanya akan membuat pencarian menjadi lebih sulit.

Selain itu, ingatkan anak untuk memilih tempat yang aman seperti dekat meja informasi atau di bawah tanda yang mencolok agar mudah terlihat.

Anak juga harus diajarkan untuk tidak keluar dari area tersebut tanpa arahan dari petugas yang berwenang.

3. Mencari Bantuan dari Orang yang Tepat

Anak harus tahu kepada siapa mereka bisa meminta bantuan jika tersesat. Ajarkan mereka untuk mencari petugas keamanan seperti polisi, satpam, atau staf resmi di tempat tersebut.

Jika tidak menemukan petugas, mintalah anak untuk mendekati seorang ibu yang sedang bersama anaknya.

Alasan memilih ibu dengan anak adalah karena mereka umumnya lebih dapat dipercaya dan memahami situasi anak yang tersesat.

Beri penjelasan jelas kepada anak bahwa tidak semua orang dewasa bisa diandalkan, sehingga mereka harus berhati-hati dalam memilih orang untuk dimintai pertolongan.

4. Tidak Mengikuti Orang Asing

Salah satu aturan penting yang harus ditanamkan sejak dini adalah larangan mengikuti orang asing.

Jelaskan kepada anak bahwa mereka tidak boleh pergi bersama siapa pun yang tidak mereka kenal, meskipun orang tersebut terlihat ramah atau menawarkan bantuan.

Situasi ini penting untuk mencegah potensi bahaya seperti penculikan atau tindakan kriminal lainnya.

Latih anak untuk menolak secara tegas dan mencari bantuan ke petugas jika ada orang asing yang memaksa mereka pergi.

Ajari anak agar tidak mudah terbujuk orang yang tidak dikenal. (Shutterstock)
5. Menggunakan Kode Rahasia

Untuk keamanan tambahan, buatlah kode rahasia yang hanya diketahui oleh anggota keluarga.

Kode ini dapat digunakan sebagai tanda jika seseorang benar-benar diutus oleh orang tua untuk menjemput anak.

Ajarkan anak untuk menanyakan kode rahasia jika ada orang yang mengaku sebagai utusan orang tua.

Jika orang tersebut tidak dapat menyebutkan kode dengan benar, anak harus menolak ajakan tersebut dan mencari bantuan dari petugas keamanan.

6. Latihan Skenario di Rumah

Melatih anak menghadapi situasi tersesat bisa dilakukan melalui permainan peran di rumah.

Buatlah simulasi di mana anak berpura-pura tersesat dan minta mereka mempraktikkan langkah-langkah yang telah diajarkan.

Latihan ini penting agar anak tidak mudah panik jika benar-benar mengalami situasi serupa di dunia nyata.

Dengan sering berlatih, anak akan merasa lebih percaya diri dan mampu berpikir jernih saat menghadapi keadaan darurat.

7. Tetap Tenang dan Tidak Panik

Hal terakhir yang harus diajarkan kepada anak adalah pentingnya tetap tenang saat tersesat.

Panik hanya akan membuat situasi menjadi lebih sulit dan menghalangi anak untuk berpikir rasional.

Orang tua juga harus memberi contoh dengan tetap tenang jika anak mereka hilang.

Menunjukkan sikap tenang dapat membantu anak merasa aman dan memahami situasi tersebut bisa diatasi dengan baik.

Mempersiapkan anak menghadapi kemungkinan tersesat adalah investasi penting untuk keselamatan mereka di masa depan.

Dengan memahami tujuh langkah di atas, anak akan lebih siap menghadapi dunia luar dengan percaya diri dan kewaspadaan.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *